Pemkab Banyuwangi Gandeng BUMN Kembangkan Pesantren

id Pemkab Banyuwangi, kembangkan pesantren, banyuwangi gandeng

Pemkab Banyuwangi Gandeng BUMN Kembangkan Pesantren

Bupati Abdullah Azwar Anas bersama Menteri BUMN Rini Soemarmo di Banyuwangi, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Pendidikan karakter khas pesantren yang sangat kuat, keilmuan Islam rahmatan lil alamin yang kokoh dan ditambah dengan penguatan semangat kewirausahaan berbasis teknologi akan menjadi modal meningkatkan kualitas SDM santri.
Banyuwangi (Antaranews Jatim) - Pemkab Banyuwangi bakal menggandeng sejumlah perusahaan berstatus badan usaha milik negara (BUMN) untuk mengembangkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pondok pesantren. 

"Pemerintah pusat di antaranya melalui Kementerian BUMN punya komitmen kuat mendorong pengembangan pesantren. Insya Allah kami akan perkuat kolaborasi dengan BUMN untuk mendukung peningkatan kapasitas SDM pesantren, khususnya para santri," ujar Bupati Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Kamis.

Menurut Anas, rencana kolaborasi itu merupakan langkah lanjutan dari kunjungan Menteri BUMN Rini Soemarno di Banyuwangi pada pekan lalu.

Anas mengatakan, di Banyuwangi selama ini telah rutin digelar Festival Santri untuk memperingati Hari Santri Nasional yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Jokowi sejak 2015. Rangkaian festival itu diikuti 10.000 santri Banyuwangi. 

Ke depan, hal itu akan dikembangkan lebih komprehensif dengan dukungan BUMN. Pemkab Banyuwangi ingin merancang Festival Santri secara lebih terintegrasi, terutama untuk mewujudkan pesantren sebagai kekuatan ekonomi rakyat dan kekuatan ekonomi kaum muda santri.

"Ini bagian upaya membumikan sekaligus mendukung visi pemerintah pusat untuk menjadikan anak-anak muda Indonesia, termasuk santri, sebagai penggerak kekuatan ekonomi," ujar Anas.

Penguatan ekonomi kaum muda santri tersebut diharapkan Anas berbasis pada pendekatan teknologi, sekaligus sebagai ikhtiar untuk memeratakan penetrasi ekonomi digital.

"Karena selama ini ada persepsi bahwa ekonomi digital hanya dimotori kalangan milenial perkotaan. Nah, ini anak-anak muda perdesaan, termasuk di dalamnya santri, harus ambil peran," ujarnya.

Anas menambahkan, dengan dukungan BUMN, bisa digelar seri workshop tentang kewirausahaan berbasis teknologi sesuai potensi desa masing-masing pesantren. Misalnya, pengenalan teknologi pertanian untuk pesantren yang terletak di kawasan perdesaan.

"Kemudian nanti ada inspirational lecture dari menteri, CEO BUMN, sampai CEO startup-startup ternama. Ini untuk memberi inspirasi ke anak-anak muda Banyuwangi agar terpacu mengejar cita-cita setinggi mungkin," ujar Anas.

Kemudian, katanya, ada business plan competition dengan hadiah modal usaha. Juga ada creative workshop dengan pelatihan pembuatan film, seni kaligrafi, dan sebagainya untuk para santri.

“Pendidikan karakter khas pesantren yang sangat kuat, keilmuan Islam rahmatan lil alamin yang kokoh, dan ditambah dengan penguatan semangat kewirausahaan berbasis teknologi akan menjadi modal meningkatkan kualitas SDM santri,” kata Anas. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar