Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi ini melemah sebesar lima poin menjadi Rp14.616 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.549 per dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, di Jakarta, Selasa, mengatakan faktor eksternal masih menjadi salah satu yang membebani pergerakan rupiah.
"Dolar AS menguat terhadap mata uang kuat utama dunia seiring ketidakpastian terhadap prospek ekonomi Eropa dan Inggris. Dolar AS kembali menjadi 'safe heaven' di tengah ketidakpastian tersebut," katanya.
Ia mengemukakan ketidakpastian itu menyusul keputusan Perdana Menteri Inggris Theresa May yang menunda pemungutan suara di parlemen terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
"Menguatnya dolar AS di pasar global itu kembali menekan rupiah pada hari ini," katanya.
Sementara itu, Analis CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan penguatan dolar AS kemungkinan relatif terbatas setelah beberapa data makroekonomi Amerika Serikat, seperti upah non-pertanian (non-farm payroll/NFP) di bawah ekspektasi.
"Kemungkinan, melambatnya data ekonomi AS sebagai imbas dari terjadinya perang dagang," katanya.
IHSG
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka kembali melemah akibat pengaruh sentimen negatif eksternal.
IHSG dibuka melemah 16,01 poin atau 0,26 persen menjadi 6.095,34. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 3,99 poin atau 0,41 persen menjadi 970,99.
"Masih adanya aksi jual membuat laju IHSG melanjutkan pelemahan," kata Analis CSA Research Institute, Reza Priyambada, di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pelemahan IHSG terimbas oleh pergerakan bursa saham di kawasan Asia, yang akhirnya memicu aksi jual saham, terutama investor asing.
Ia menambahkan kembali melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS yang juga diiringi dengan pelemahan di pasar obligasi turut menjadi faktor penekan IHSG.
Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya menambahkan tekanan yang datang dari global diharapkan hanya sementara mengingat fundamental ekonomi nasional masih cukup baik.
"Tingkat kepercayaan investor masih cukup tinggi terhadap pasar modal Indonesia seiring fundamental ekonomi kita yang masih baik, sehingga tekanan di pasar diharapkan sementara," katanya.
Bursa regional, di antaranya Indeks Nikkei melemah 41,86 poin (0,20 persen) ke 21.177,63, Indeks Hang Seng melemah 93,06 poin (0,36 persen) ke 25.659,32, dan Indeks Strait Times melemah 7,98 poin (0,36 persen) ke posisi 3.064,46. (*)
Pewarta: Zubi MahrofiEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.