Bupati Tinjau Desa Terdampak Banjir di Trenggalek

id Longsor, bencana banjir, banjir trenggalek, emil dardak, trenggalek

Bupati Tinjau Desa Terdampak Banjir di Trenggalek

Bupati Emil Elestianto Dardak meninjau dampak banjir bandang di Trenggalek, Jumat (30/11) (Ist)

"Memang hujan sangat deras, secara teknis memang kondisi sungai kita tidak di desain sedemikian rupa untuk bisa menampung debit air yang sedemikian besar," kata Emil.
Trenggalek (Antaranews Jatim) - Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Jumat, langsung meninjau sejumlah desa di daerah itu yang terdampak banjir bandang akibat hujan deras di wilayah tersebut selama dua hari terakhir.

Mengenakan pakaian kasual kombinasi jaket warna gelap, Emil tampak tidak canggung untuk masuk ke titik-titik genangan air yang mencapai ketinggian lutut orang dewasa.

Suami artis Arumi Bachsin itu bahkan beberapa kali menemui warga dan berbincang sebentar untuk memastikan keamanan serta keselamatan penduduknya.

"Hujan deras sekali semalam, tadi malam juga terus kita pantau di beberapa titik. Dengan pantauan di Kelurahan Tamanan dan Kelurahan Kelutan, karena dititik itu terjadi luapan air dengan jebolnya tanggul," katanya saat dikonfirmasi di sela kegiatan pemantauan lapangan.

Dirinya juga sudah ke beberapa titik yakni Desa Ngares, Sumberdadi, Bendungan.

Dia juga ke Kelurahan Tamanan, Kelurahan Kelutan, berlanjut Ke Desa Prigi.

Ada beberapa titik juga yang mengalami bencana yakni Desa Sambirejo.

"Memang hujan sangat deras, secara teknis memang kondisi sungai kita tidak di desain sedemikian rupa untuk bisa menampung debit air yang sedemikian besar," kata Emil

Saat ini langkah yang diambil adalah melihat kondisi dan menentukan penanganan. Misalnya, jika di Desa Sumberdadi dan Ngares dipastikan ada pasokan air bersih serta penyemprotan lumpur di jalan utama.

"Seperti yang terjadi di Tamanan mereka tidak bisa masak maka kita pastikan Tagana bisa memberikan dukungan makanan, juga begitu pula di Kelutan," katanya

Ia menambahkan bahwa saat ini yang harus dilakukan adalah penanganan jangka pendek. "Tentunya untuk jangka menengah kita melihat bahwa di Kelutan tanggul sungainya tidak kuat dan dipastikan nanti ada akan segera ditangani untuk mengatasi hal tersebut,` katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar