Pakde Karwo Luncurkan Buku Liberalisasi Ekonomi

id peluncuran buku,gubernur jatim,soekarwo,surabaya

Pakde Karwo Luncurkan Buku Liberalisasi Ekonomi

Gubernur Jatim Soekarwo (tengah) di sela peluncuran buku berjudul ‘Berkaca dari Kegagalan Liberalisasi Ekonomi’ di Surabaya, Minggub(21/10). (Foto Antarajatim/Fiqih Arfani)

Globalisasi merupakan gelombang pengaruh yang tidak mungkin dihindari

Surabaya (Antaranews Jatim) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Surabaya, Minggu, meluncurkan buku mengenai liberalisasi ekonomi berjudul Berkaca dari Kegagalan Liberalisasi Ekonomi yang menganalisis dampak akibat globalisasi.

“Globalisasi merupakan gelombang pengaruh yang tidak mungkin dihindari,” ujarnya di sela peluncuran buku.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, mengungkapkan menulis buku tersebut berdasarkan pergulatan pemikiran tentang globalisasi memunculkan liberalisasi ekonomi yang “mendewakan” efisiensi untuk tujuan memperluas pasar.

“Tapi, akhirnya mengalami kegagalan dan semakin menyadarkan berbagai lembaga untuk kembali memikirkan konsep inklusivitas pembangunan dan perlunya affirmative policy UMKM,” ucapnya.

Pada buku tersebut, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu juga menyampaikan pesan atas kebijakan kepemimpinannya yang bersifat induktif.

Birokrat yang juga politikus itu berharap buku yang ditulisnya dapat mamberikan makna dan merupakan pertanggungjawaban pribadinya sebagai pemimpin yang diperintah konstitusi serta menjadi bentuk aktualisasi pribadi dalam menyikapi liberalisasi.

“Sekaligus mampu memperkuat pembangunan ekonomi dengan basis UMKM yang merupakan pondasi dalam membangun ekonomi untuk memajukan kesejahteraan umum dan berkeadilan,” katanya.

Pada buku setebal 283 halaman yang diterbitkan Elex Media Komputindo itu, bab pertama terkait situasi yang berdiri sendiri atau bergabung untuk manfaat seluruh rakyat, kemudian bab dua tentang liberalisasi ekonomi dan bab tiga membahas pemikiran kritis terkait ketimpangan.

Bab empat membahas model pemberdayaan UMKM, lalu bab lima tentang studi empiris pemberdayaan “SMEs di advanced countries dan emerging market”, serta bab enam membahas bagaimana memperkuat basis UMKM untuk kesejahteraan rakyat dan keadilan.

Di tempat sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso menyatakan bangga kepada Soekarwo yang merupakan seorang birokrat, tapi mampu memandang komprehensif sebuah fenomena.

“Bahkan tak sekadar fenomena, tapi fakta bahwa globalisasi yang melahirkan liberalisasi perlu ditata ulang agar tak saling melemahkan antarnegara, antarkawasan, antarnegara dalam kawasan, antarperusahaan atau menghancurkan UMKM,” katanya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada Gubernur Jatim atas sumbangsih pemikiran besar untuk membangun ekonomi rakyat Jatim yang dapat dipergunakan untuk memberikan kontribusi dalam membangun Indonesia.

Sementara itu, turut hadir pada peluncuran buku ke-7 Pakde Karwo tersebut sejumlah kepala daerah di Jatim, tokoh ekonomi nasional dan provinsi serta kepala OPD Pemprov Jatim. (*)

Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar