Ekspor Toyota 1,3 Juta Unit, IPC Buktikan Siap Fasilitasi Ekspor Industri Otomotif

id IPC, Tanujung priok, otomotif, toyota, antara jatim, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), ekspor mobil

Ekspor Toyota 1,3 Juta Unit, IPC Buktikan Siap Fasilitasi Ekspor Industri Otomotif

Presiden Joko Widodo yang menghadiri perayaan pencapaian ekspor 1,3 juta unit kendaraan utuh produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di area Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Rabu (5/9). (Istimewa)

Sebagai pintu gerbang utama kegiatan ekspor-impor, fasilitas kepelabuhanan yang dikelola IPC terus dikembangkan untuk memperlancar ekspor-impor. Pelabuhan-pelabuhan yang dikelola IPC sedang memasuki era baru, di mana hampir semua kegiatan dan fasilitas pendukungnya memanfaatkan teknologi digital, sehingga aktivitas ekspor impor lebih cepat, lebih mudah dan semakin murah, termasuk untuk memfasilitasi industri otomotif nasional
Jakarta, (Antara) - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC terus memodernisasi fasilitas kepelabuhanan untuk mendukung industri di Tanah Air. Peluncuran ekspor kendaraan utuh (CBU) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang telah mencapai 1,3 juta unit pada hari ini membuktikan bahwa IPC berhasil memfasilitasi kegiatan ekspor industri otomotif yang diproduksi di dalam negeri.

Demikian disampaikan Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya, saat mendampingi Presiden Joko Widodo yang menghadiri perayaan pencapaian ekspor 1,3 juta unit kendaraan utuh produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di area Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Rabu (5/9).

Dalam kesempatan itu, turut hadir Menteri Perindustrian Erlangga Hartanto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Sebagai pintu gerbang utama kegiatan ekspor-impor, fasilitas kepelabuhanan yang dikelola IPC terus dikembangkan untuk memperlancar ekspor-impor. Pelabuhan-pelabuhan yang dikelola IPC sedang memasuki era baru, di mana hampir semua kegiatan dan fasilitas pendukungnya memanfaatkan teknologi digital, sehingga aktivitas ekspor impor lebih cepat, lebih mudah dan semakin murah, termasuk untuk memfasilitasi industri otomotif nasional," ujar jelas Elvyn.

Dengan fasilitas yang ada saat ini, lanjut Elvyn, IPC ikut berperan dalam melakukan efisiensi biaya logistik, sehingga sehingga produk industri di Tanah Air bisa bersaing dan berkompetisi dengan negara-negara lain.

"Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang mendorong agar industri otomotif Tanah Air dapat berkembang lebih pesat. Misalnya dengan melakukan penyederhanaan regulasi dan mempersiapkan berbagai infrastruktur pendukung," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Elvyn juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia kepada IPC Car Terminal dalam menangani ekspor-impor maupun distribusi antar pulau produk otomotifnya selama ini.

Menurutnya, IPC melalui anak perusahaan, yakni PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPC Car Terminal / IPCC) terus membangun layanan terminal kendaraan, termasuk memfasilitasi keluar masuk alat berat seperti eskavator, bulldozer, lokomotif, serta suku cadang lainnya dengan sistem yang terintegrasi. IPCC memiliki fasilitas lengkap untuk jasa Vehicle Processing Center (VPC), Equipment Processing Center (EPC), PortStock, termasuk kualitas akses jalan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri otomotif.

Dari sisi non-komersial, Elvyn menambahkan, IPC terus mendukung program Presiden Joko Widodo, yaitu membangun Tol Laut dalam rangka mengalihkan angkutan barang yang selama ini menggunakan darat, beralih menggunakan angkutan laut.(*)

 
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar