Waduk Gongseng Bojonegoro Manfaatkan Tanah Hutan 448,24 Hektare

id Waduk Gongseng, waduk pacal, BBWSBS, bengawan solo, kawasan hutan, antaranews jatim

Waduk Gongseng Bojonegoro Manfaatkan Tanah Hutan 448,24 Hektare

Kawasan lokasi Waduk Gongseng di Kecamatan Temayang, Bojonegoro. (Sigid/Slamet Agus Sudarmojo.)

Soal tegakkan kayu jati di atas kawasan hutan nilainya juga diperhitungkan. BBWSBS juga harus memberikan ganti uang ganti tegakkan pohon kayu jati.
Bojonegoro (Antaranews Jatim) - Pembangunan Waduk Gongseng di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memanfaatkan tanah kawasan hutan seluas 448,24 hektare dengan sistem izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH).

Kasi Pemanfaatan Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pengairan dan SDA Bojonegoro Doddy Sigit Wijaya, di Bojonegoro, Rabu, menjelaskan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di Solo, Jawa Tengah, sekarang ini memproses perpanjangan dan kewajiban IPPKH kepada Perhutani.

"Perhutani sekarang ini menagih uang sewa pemanfaatan kawasan hutan untuk Waduk Gongseng kepada BBWSBS," kata dia dibenakan Manajer Bisnis Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro Ahmad Yani.

Namun, baik Ahmad Yani maupun Doddy, tidak hafal besarnya uang sewa pemanfaatkan kawasan hutan untuk Waduk Gonseng yang luasnya mencapai 448,24 hektare.

"Soal tegakkan kayu jati di atas kawasan hutan nilainya juga diperhitungkan. BBWSBS juga harus memberikan ganti uang ganti tegakkan pohon kayu jati," ucap Ahmad Yani.

Yang jelas, menurut Doddy, kawasan hutan yang dimanfaatkan untuk Waduk Gongseng, di Kecamatan Temayang, berfungsi sebagai genangan air.

Mengenai pembebasan tanah, kata dia, sebanyak 36 kepala keluarga (KK) warga Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, yang tanahnya seluas 7,2 hektare dibebaskan untuk lokasi Waduk Gonseng sudah menerima ganti rugi uang sebesar Rp11 miliar.

Selain itu, lanjut dia, sebanyak 74 KK yang menempati tanah seluas 13,5368 hektare di zona I proyek Waduk Gongseng di Desa Papringan, Kecamatan Temayang, sudah ditetapkan BBWSBS akan menerima uang ganti tanah sebesar Rp20,9 miliar, pada Juni.

Mengenai laporan pembangunan Waduk Gongseng, lanjut dia, sudah terealisasi sebesar 53,756 persen. Uraian pekerjaan yang dilakukan antara lain, pekerjaan "cofferdam", saluran pengelak, bendungan utama, bangunan pelimpah juga pekerjaan yang lainnya.

Waduk Gonseng merupakan bendungan timbunan batu zona inti tegak,dengan daya tampung 22,43 juta meter kubik. Waduk yang memiliki luas genangan 433,19 hektare itu mampu mengairi areal pertanian seluas 6.191 hektare.

Selain itu, Waduk Gonseng juga berfungsi sebagai pengendali banjir sebesar 2 juta meter kubik dan penyedia air baku sekitar 300 liter/detik. (*)

 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar