Emil: Jatim Harus Siap Hadapi Revolusi Industri

id sejarah revolusi industri, revolusi industri generasi ke empat, revolusi industri, emil elestianto dardak, pilkada jatim, pilgub jatim, khofifah-emil

Emil: Jatim Harus Siap Hadapi Revolusi Industri

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa (ketiga kanan) dan Emil Dardak (kedua kanan) bersama istrinya Arumi Bachsin (kanan) serta penyanyi Anang Hermansyah (kiri), Ashanty (ketiga kiri) dan Aurel Hermansyah (kedua kiri) berpose saat peluncuran jingle di Surabaya. (Antara Jatim/Zabur Karuru/18)

Saat ini telah memasuki era generasi revolusi industri ke empat, yang ditandai dengan kemunculan superkomputer atau robot pintar yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak
Surabaya (Antaranews Jatim) - Calon wakil gubernur di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim) Emil Elestianto Dardak menyatakan masyarakat Indonesia, khususnya Jatim, harus siap menghadapi era revolusi industri generasi ke empat.

Dia menjelaskan, generasi revolusi industri pertama adalah era ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin.

"Revolusi industri generasi ke dua adalah era tenaga listrik, yang kemudian muncul pesawat telepon, mobil dan pesawat terbang. Dilanjutkan generasi revolusi industri ke tiga, yang ditandai dengan kemunculan teknologi digital dan internet," katanya dalam keterangan persnya, Rabu.

Peraih doktor bidang ekonomi pembangunan dari Universitas Ritsumeikan Jepang itu menandaskan, saat ini telah memasuki era generasi revolusi industri ke empat, yang ditandai dengan kemunculan superkomputer atau robot pintar yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.

Era revolusi indutri ke empat ini, lanjut dia, harus direspon cepat oleh masyarakat Indonesia, khususnya Jatim.

"Sejarah mencatat revolusi industri telah banyak menelan korban, yaitu matinya perusahaan-perusahaan raksasa," ujarnya.

Untuk menghadapinya, Emil menyarankan bangsa Indonesia yang "gemah ripah loh jinawi" harus menyiapkan sumber daya manusianya.

"Kita harus merubah paradigma bahwa kekayaan terbesar bangsa Indonesia bukan hanya sumberdaya alam namun juga sumber daya manusianya," ucapnya.

Selain itu, dia menambahkan, Indonesia harus bergeser dari negara berbasis ekonomi dengan kekayaan sumber daya alamnya ke negara yang berbasis ilmu pengetahuan. "Pada akhirnya pendidikan menjadi sangat penting. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan," tuturnya.

Emil berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa akan mengikuti Pilkada Jatim 2018, pada 27 Juni mendatang, diusung oleh koalisi partai politik Demokrat, Golkar, Nasdem, PAN, Hanura dan PPP. Pilkada Jatim 2018 juga diikuti pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, yang diusung koalisi PDIP, PKB, PKS dan Gerindra. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar