Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Madiun AKP Imam Mustolih, Senin mengatakan penyelidikan dilakukan dengan memintai keterangan sejumlah saksi dan memeriksa sopir truk, Susianto, warga Desa Kwangsen, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.
"Dari pemeriksaan sementara, kecelakaan disebabkan sopir truk yang tidak menguasai medan jalan, Namun ini masih didalami terus," ujar AKP Imam kepada wartawan.
Menurut dia, selain fokus pada penyebab kecelakaan dan penanganan korban, pihaknya juga sedang menangani proses evakuasi bangkai kendaraan truk yang masuk ke jurang sedalam lebih dari 30 meter.
Sementara, hingga Senin sore, dari puluhan korban luka kecelakaan tersebut, masih terdapat delapan korban luka yang dirawat di rumah sakit.
Dari jumlah delapan pasien tersebut, sebanyak dua pasien dirawat di RSUD Dolopo, Kabupaten Madiun, dan enam korban lainnya dirawat di RSUD dr Soedono Kota Madiun. Sedang puluhan korban lainnya yang hanya luka ringan telah diperbolehkan pulang sejak kemarin.
Seperti diketahui, sebuah truk yang mengangkut rombongan pesilat dari PSHT Ranting Manguharjo Kota Madiun terguling hingga masuk ke jurang sedalam lebih dari 30 meter di Desa Suluk, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (29/4).
Akibat kecelakaan tunggal tersebut, seorang penumpang truk atas nama Aris S (47) warga Nambangan Lor Kota Madiun dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD Soedono Kota Madiun. Sedangkan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Adapun, rombongan pesilat PSHT itu hendak pulang setelah melaksanakan kegiatan 'long march' dan pendadaran kenaikan tingkat di Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Saat perjalanan pulang, di lokasi kejadian, kendaraan truk itu jatuh ke jurang. (*)
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026