Ke depan, semua pegawai di lingkup Pemprov Jatim yang akan mengikuti 'asessment' sebanyak 51.299 orang PNS
Surabaya (Antara Jatim) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyiapkan program "asessment" atau penilaian bagi pegawai negeri sipil sesuai kompetensi yang dimiliki di lingkungan Pemerintah Provinsi setempat.

"Penilaian ini sangat penting agar pegawai yang bersangkutan bisa ditempatkan sesuai bidang dengan kompetensi tepat di tempat yang tepat pula," ujarnya di sela pemaparan Rapat Koordinasi Kepegawaian 2017 di Kantor Bappeda Jatim di Surabaya, Selasa.

Proses "asessment" sendiri pernah dilakukan pada 2016 dengan jumlah 72 orang jabatan pimpinan tinggi Pratama dan 521 orang administrator, kemudian pada 2017 dilakukan penilaian serupa terhadap 721 orang pengawas.

"Ke depan, semua pegawai di lingkup Pemprov Jatim yang akan mengikuti 'asessment' sebanyak 51.299 orang PNS," ucap Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

Potensi PNS Pemprov Jatim, kata dia, jumlah totalnya mencapai 52.613 orang dengan rincian lulusan S1 atau D4 sebanyak 58,63 persen, lulusan S2 sebesar 16,54 persen, lulusan S3 sebanyak 0,39 persen dan lulusan SD sampai SMA sebanyak 18,42 persen.

"Performa pegawai saat ini sudah sangat baik, ke depan tentunya untuk lulusan S2 akan diperbanyak," kata orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Selain itu, pihaknya juga mengawasi serta mengevaluasi kinerja pegawainya, antara lain tentang wajib lapor harta kekayaan, tentang Satgas Saber Pungli dan memantaunya melalui absensi daring, serta capaian kinerja melalui aplikasi "e-Master".

"Evaluasi dan pengawasan ini harus dilakukan agar bisa mewujudkan PNS handal dan profesional. Pemprov juga memberlakukan pemberian penghargaan bagi pegawai berprestasi serta sanksi bagi mereka yang melanggar aturan," katanya. (*)

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026