Kelompok Tani Bangkalan Kembangkan Wisata Mangrove

id Pohon Mangrove

Kelompok Tani Bangkalan Kembangkan Wisata Mangrove

Tanam Pohon Mangrove Aktivis lingkungan menyiapkan bibit mangrove saat akan dilakukan penanaman di Pantai Desa Lembung, Galis, Pamekasan, Jawa Timur. (Syaiful Bahri)

Bangkalan (Antara Jatim) - Kelompok Tani Cemara Sejahtera Bangkalan, Jawa Timur mengembangan objek wisata mangrove di Pesisir Desa Labuhan, sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan dan keindahan pesisir pantai tersebut.

"Kami terdorong untuk mengembangkan mangrove yang ada di desa kami sebagai objek wisata, karena di sejumlah daerah, hutan mangrove ternyata bisa menjadi objek wista," kata Sekretaris Kelompok Tani Cemara Sejahtera Moh Syahril di Bangkalan, Rabu.

Syahrir menuturkan awalnya ia bersama anggota Kelompok Tani Cemara Sejahtera lainnya hanya ingin menyelamatkan tepi pantai di desanya, Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, agar tidak terjadi abrasi pantai.

Oleh karenanya, masyarakat sepakat untuk menanam pohon mangrove secara bersama-sama. Namun, dalam perkembangannya, pohon mangrove yang ditanam warga terlihat bagus, menghijau dan membuat lingkungan pesisir teduh dan sejuk.

"Ketika itu, muncul pikiran teman-teman untuk dikelola lebih bagus lagi agar bisa menarik warga untuk berkunjung ke tempat ini," ujarnya.

Selanjutnya, katanya, kebetulan ada rombongan dari Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore (PHE WMO) berkunjung ke pesisir Pantai Labuhan tersebut, dan ia bersama anggota kelompok tani lainnya diajak berdialog seputar pengelolaan hutan mangrove di pesisir pantai itu.

"Dari dialog itu, PHE WMO menyatakan bersedia melakukan pembinaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari perusahaan mereka," ujarnya.

Sejak saat itu, terjalin kerja sama antara Kelompok Tani Cemara Sejahtera dengan PHE WMO.

Selain dijadikan objek wisata magrove, pesisir Pantai Desa Labuhan itu, juga disepakati hendak dijadikan taman pendidikan dan objek penelitian.

"Pantai biasanya gersang dan panas. Tapi ini dipenuhi tanaman, sejuk dan segar. Seolah berada di kawasan pegunungan," kata General Manager (GM) Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore (PHE WMO) Kuncoro Kukuh.

Untuk itu, ia meminta penerapan aturan penjagaan lingkungan benar-benar dijalankan dengan tegas. Apalagi, Taman Pendidikan Mangrove mulai menjadi destinasi penelitian dan wisata alam pesisir.  

PHE WMO mulai menjadi mitra Kelompok Tani Cemara Sejahtera mengelola hutan mangrove di Pesisir Pantai Desa Labuhan itu sejak 2014. Hutan ini, memiliki luas sekitar tujuh hektare, 3,5 hektare diantaranya telah ditanami 17 jenis mangrove.

Di antaranya jenis mangrove Sonneratia Alba (Prapat), Rizhophora Stylosa, Stenggi, Rhizopora Apiculata, Sonneratia Alba, Rhizophora Mucronata, Ceriops Tagal, dan Avicenna Marina.

"Beragam jenis tanaman mangrove yang ditanam di pesisir Pantai Labuhan itu juga bantuan dari PHE WMO. (*)
Pewarta :
Editor: Akhmad Munir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar