Banyuwangi (Antara Jatim) - Banjir yang sempat menggenangi sejumlah dusun di empat kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis pagi telah berangsur surut dan sejumlah pihak terkait telah melakukan sejumlah langkah antisipasi.

Guyuran hujan yang sangat tinggi sejak pukul 04.30 hingga menjelang pukul 08.00, di sejumlah titik di wilayah selatan Banyuwangi itu mengakibatkan beberapa sungai meluap.

Air meluap ke beberapa desa di empat kecamatan, yakni Rogojampi, Blimbingsari, Singojuruh dan Kabat, hingga menyebabkan banjir. Di Rogojampi terdapat empat desa yang terkena banjir, yakni Rogojampi, Gitik, Pengantigan, dan Desa Mangir.

Tim dari Dinas PU Pengairan Banyuwangi yang bersiaga sejak Kamis subuh telah mengambil langkah antisipatif, salah satunya membuka pintu bendung di sejumlah dam.

"Dusun dan desa yang kena banjir adalah wilayah yang aliran dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Lungun dan DAS Garit, keduanya di sisi barat Rogojampi. Petugas pengairan kami sejak subuh tadi sudah siaga, pintu-pintu dam telah kami buka. Tapi karena curah hujan yang sangat tinggi mencapai 200 mm, saluran pembuangan memang akhirnya tidak bisa menampung," ujar Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo.

Guntur menjelaskan langkah-langkah antisipatif yang telah diambil petugas pengairan, mulai dari membuka pintu dam dan mengatur aliran air. Ada tiga dam yang pintunya dibuka optimal, yakni Rejeng, Joyo, dan Dam Concrong.

"Semua ada di daerah Rogojampi, karena memang aliran DAS Lungun yang paling tinggi dibanding semuanya," katanya.

Sejak pagi, lanjut dia, petugas pengairan sebenarnya sudah mengatur aliran air. Kiriman air dari atas itu dialirkan ke tiga sungai yang mengalir di Rogojampi.

"Namun, karena aliran airnya besar akhirnya tetap meluap. Dari catatan kami, debit banjir tadi siang mencapai 60 m3/detik," kata Guntur.

Selain petugas pengairan, sejumlah relawan tagana (taruna siaga bencana) juga terlihat turun membantu warga.

Sementara Camat Rogojampi Nanik Machrufi mengatakan terdapat 41 KK di Rogojampi yang terkena imbas banjir. Lokasinya tersebar di empat desa.

"Jalanan di pusat kecamatan tadi juga banjir, karena memang ada sungai yang mengalir di sana. Namun, kondisinya kini (Kamis siang) sudah surut, warga dan relawan tinggal membersihkan kotoran sisa banjir tadi pagi," kata Nanik.

Saat ini, lanjut dia, telah dipersiapkan dapur umum bagi warga yang terdampak. "Kami sudah koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, dapur umum telah dipersiapkan untuk sore ini juga," kata dia. (*)


Pewarta: Masuki M. Astro
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026