Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mempersiapkan langkah-langkah antisipatif menghadapi dampak fenomena El Nino yang dapat memicu panas ekstrem pada musim kemarau tahun ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuwangi Partana menyampaikan pihaknya saat ini meningkatkan kesiapsiagaan guna antisipasi potensi kemarau panjang, yang salah satunya membentuk satgas antisipasi kemarau panjang yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.
"Langkah ini menindaklanjuti imbauan dari BMKG yang dirilis secara nasional terkait potensi kemarau panjang tahun ini," kata dia di Banyuwangi, Senin.
Kendati berharap dampak El Nino tidak berakibat fatal, katanya, langkah antisipasi sejak dini diperlukan, sedangkan strategi yang disiapkan mencakup mitigasi komprehensif terhadap potensi kekeringan serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut dia, satgas nantinya melibatkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, TNI/Polri, BMKG, Basarnas, pengelola Taman Nasional Alas Purwo hingga elemen masyarakat.
"Perlu kami sampaikan bahwa saat ini statusnya masih kesiapsiagaan, dan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, tim sudah siap," ucap dia.
Dia menambahkan meskipun pemerintah daerah setempat sedang bersiap menghadapi kemarau.
Pihaknya juga tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya, seperti banjir dan angin kencang, karena dalam beberapa hari terakhir hujan dengan intensitas tinggi masih sering mengguyur sejumlah wilayah di Banyuwangi dan menyebabkan kenaikan debit air sungai.
"Salah satu dampaknya adalah amblesnya jembatan di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, akibat terjangan banjir beberapa hari lalu," kata Partana.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026