"Ya kalau keputusannya dihentikan itu artinya korban (yang belum ditemukan) akan dikubur bersama di lokasai bencana. Nanti tanah (longsor) akan kami ratakan," kata Budiarto.Ponorogo (Antara Jatim) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau seluruh unsur SAR dan masyarakat di dalam kawasan terdampak bencana Desa Banaran, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur untuk mengantisipasi potensi longsor susulan seiring hujan deras yang terkadang masih mengguyur kawasan tersebut.
"Dari evaluasi kami bersama PVMBG dan tim geologi UGM, yang harus tetap diwaspadai adalah (potensi) longsor susulan," kata Deputi Penanggulangan Kedaruratan Bencana BNPB Tri Budiarto dikonfirmasi di lokasi bencana, Selasa.
Berdasar hasil kajian bersama, kata dia, risiko longsor susulan masih tinggi. Hal itu mengacu ditemukannya fakta retakan tanah memanjang dari sekitar pusat titik longsor lereng Gunung (bukit) Gede ke arah samping kanan dan kiri hingga radius 150 meter.
Kerawanan longsor semakin tinggi karena hujan beberapa kali mengguyur dengan intensitas curah sedang dan tinggi, sehingga proses pencarian korban hilang dua kali dihentikan pada hari pertama (Minggu, 2/4) dan kedua (Senin, 3/4).
"Bukan tidak mungkin risiko (longsor susulan) itu terjadi. Tapi kalau tidak ya tidak apa-apa," katanya.
Tri Budiarto mengatakan, saat ini langkah mitigasi lanjutan yang dilakukan BNPB bersama seluruh unsur SAR, baik BPBD, TNI, Polri maupun lainnya untuk aktif melakukan sosialisasi.
"Dari gambaran ini, kewaspadaan harus terus diingatkan. Tidak hanya bagi masyarakat setempat (banaran) tapi juga berlaku di seluruh tempat baik di Jatim, Jawa Tengah maupun Jawa Barat mengingat intensitas curah hujan yang tinggi," ujarnya.
Terkait proses pencarian korban yang sejauh ini baru menemukan tiga korban hilang, Budiarto menegaskan akan terus dilakukan hingga H+7.
Kata dia, diperpanjang atau tidak upaya pencarian akan diputuskan setelah dilakukan evaluasi oleh Basarnas bersama seluruh potensi SAR yang ada.
"Tentu akan dibahas lagi oleh tim terpadu, apakah diperpanjang atau tidak. Prosedurnya begitu," katanya.
Jikapun nantinya proses pencarian diputuskan harus dihentikan setelah dilakukan evaluasi bersama tim terpadu itu, Budiarto memastikan hal itu bakal diumumkan kepada publik.
"Ya kalau keputusannya dihentikan itu artinya korban (yang belum ditemukan) akan dikubur bersama di lokasai bencana. Nanti tanah (longsor) akan kami ratakan," kata Budiarto.
Demikian pula apabila hasil evaluasi memutuskan bahwa pencarian akan dilanjutkan, Tri Budiarto memastikan bahwa keputusan itu juga bakal disampaikan kepada publik secara langsung maupun melalui media massa.(*)
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.