Tokyo (ANTARA) - Otoritas Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal menyatakan upaya pemulihan awal pasca-bencana banjir bandang dan tanah longsor di negara itu memerlukan dana sebesar 4,77 miliar dolar AS (sekitar Rp83,6 triliun).

"Ini angka yang diperlukan untuk pemulihan awal terhadap infrastruktur yang rusak serta penyediaan layanan dasar, seperti hunian sementara, makanan, layanan kesehatan, dan pendidikan," kata Dharma Raj Uprety selaku kepala otoritas itu kepada Kyodo News.

Uprety menambahkan perkiraan total kerugian yang disebabkan banjir dahsyat itu masih dalam tahap penghitungan.

Nepal sedang membahas kebutuhan tersebut dengan para mitra pembangunannya, termasuk Jepang, China, India, Qatar, dan Inggris, serta bersama organisasi internasional, seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia.

Banjir bandang pada 26 Agustus di Nepal itu telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, sementara 5.100 lebih lainnya, termasuk lima warga negara Jepang, hingga kini masih dinyatakan hilang.

Sumber: Kyodo-OANA​​​​​​​



Pewarta: Asri Mayang Sari
Uploader : Abdullah Rifai
COPYRIGHT © ANTARA 2026