"Untuk tahun ini mengalami peningkatan, meskipun data pagu sudah ada. Namun masih belum sesuai dengan nama maupun alamat," katanya.Tulungagung (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur sampai saat ini masih menunggu validasi data pagu rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) program bantuan beras untuk rakyat sejahtera (rastra) 2017.
"Ya kami masih menunggu validasi data RTSPM dari Pemprov Jatim, sebelum dilakukan pendistribusian," kata Kepala Bagian Perekonomi Pemkab Tulungagung Bambang Ermawan di Tulungagung, Selasa.
Menurutnya, data RTSPM yang diterima dari Kementerian sosial dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak sama atau terdapat selisih.
Tidak Tulungagung, perbedaan data RTSPM juga dialami sejumlah daerah lain di Jatim, sehingga memerlukan validasi ulang.
Bambang mengatakan, dengan adanya ketidaksamaan data dari Kemensos maupun pemprov maka pihaknya belum bisa menyerahkan data pasti tersebut kepada bupati.
"Sehingga berimbas pada pencairan rastra mulai Januari hingga Maret belum bisa dilakukan," katanya.
Bambang berjanji segera mengirimkan data RTSPM kepada bupati jika validasi sudah diserahkan ke daerah.
"Pengajuan ke bupati supaya kepala daerah memiliki dasar kebijakan untuk mengeluarkan surat permintaan alokasi (SPA) agar pendistribusian rastra bisa terlaksana," katanya.
Ia berharap sebelum akhir Maret data RTSPM dimaksud sudah bisa diterima dari pemprov dan ditindaklanjuti ke bupati.
Bambang mengatakan, data pagu RTSPM 2017 untuk Kabupaten Tulungagung diusulkan sebanyak 57.676 KK.
Jumlah itu menurut Bambang mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya (2016) sebanyak 57.251 rumah tangga sasaran.
"Untuk tahun ini mengalami peningkatan, meskipun data pagu sudah ada. Namun masih belum sesuai dengan nama maupun alamat," katanya.
Sementara, Kepala Bulog Subdivre Tulungagung Krisna Murtiyanto menyatakan saat ini sudah mencadangkan sekitar 23 ribu ton beras untuk didistribusikan ke ribuan RTSPM di Tulungagung.
"Stok kami sudah siap, tinggal menunggu SPA dari pemkab agar pendistribusian bisa dilakukan," kata Krisna. (*)
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.