"Kami juga mewaspadai ancaman banjir bandang, sebab kondisi tanah sudah jenuh air. Kalau saja terjadi hujan lebat berpotensi menimbulkan banjir bandang," jelas dia.Bojonegoro (Antara Jatim)- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan ketinggian air Bengawan Solo di hilir cenderung turun, tetapi statusnya masih siaga.
"Bengawan Solo di Bojonegoro masih siaga I-hijau dengan ketinggian mencapai 13,92 meter, Sabtu pukul 06.00 WIB," kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Indro Sulistyo, Sabtu.
Menurut dia, ketinggian air Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro sempat masuk siaga II tertinggi 14,04 meter pukul 24.00 WIB.
"Ketinggian air Bengawan Solo di hilir turun, karena ketinggian di daerah hulu Jurug, Solo, Jawa Tengah, juga Ngawi sudah turun sejak sehari lalu," ucapnya.
Sesuai data, katanya, ketinggian air Bengawan Madiun di Ndungus, Ngawi, sempat mencapai 7,40 meter, kemudian turun menjadi 5,60 meter.
Ia juga mengatakan potensi air di sejumlah anak sungai Bengawan Solo di hilir Jaa Timur, antara lain, Kali Kening dari Tuban, yang masuk ke Bengawan Solo di Bojonegoro juga tidak besar.
Oleh karena ia memperkirakan ketinggian air Bengawan Solo di hilir Jatim, akan terus turun sepanjang tidak ada tambahan air hujan di daerah hulu.
"Ketinggian air di hilir akan terus turun," tandasnya.
Sementara itu, ketinggian air Bengawan Solo di hilir Babat, Laren, Karanggeneng dan Kuro, Lamongan, pagi ini, masing-masing 7,75 meter (siaga II-kuning), 5,54 meter (siaga III-merah), 4,13 meter (siaga II) dan 2,01 meter (siaga II).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo menyebutkan lokasi terdampak luapan Bengawan Solo di 29 desa di delapan kecamatan, antara lain, Kecamatan Trucuk, Kota, Kanor dan Baureno.
Hanya saja, lanjut dia, tidak ada laporan genangan luapan Bengawan Solo merendam pemukiman warga.
Meski demikian, ia meminta masyarakat di sepanjang bantaran meningkatkan kewaspadaan kemungkinan adanya genangan disebabkan air hujan sulit masuk ke Bengawan Solo yang sekarang meninggi.
"Kami juga mewaspadai ancaman banjir bandang, sebab kondisi tanah sudah jenuh air. Kalau saja terjadi hujan lebat berpotensi menimbulkan banjir bandang," jelas dia.
Sesuai laporan dari BPBD Provinsi Jawa Timur banyak di wilayah Jawa Timur, berpotensi terjadi awan hujan (cumulonimbus) yang bisa menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang, pada Maret.
"Jajaran penanggulangan bencana sudah kami informasikan untuk meningkatkan kewaspadaan karena adanya ancaman awan "comulonimbus"," tandasnya. (*)
Pewarta: Slamet Agus SudarmojoEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.