Ini seiring terjadinya peristiwa pengeboman pada 24 Desember 2000 yang salah satu korbannya adalah sahabat Riyanto
Surabaya (Antara Jatim) - Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Serbaguna Ansor (Banser) Jawa Timur mengusulkan ke Pemerintah Pusat mengesahkan setiap 24 Desember sebagai Hari Kemanusiaan Nasional.

"Ini seiring terjadinya peristiwa pengeboman pada 24 Desember 2000 yang salah satu korbannya adalah sahabat Riyanto," ujar Kepala Satkorwil Banser Jatim Abid Umar di sela konsolidasi Banser se-Jatim di Surabaya, Rabu.

Usulan ini, kata dia, sekaligus sebagai bentuk penghargaan kepada pahlawan kemanusiaan, Riyanto, anggota Banser yang mengamankan bom di Gereja Eben Haezer, Mojokerto pada 24 Desember, 16 tahun lalu.

Saat itu, Riyanto dengan berani membawa bom yang diletakkan di gereja Eben Haezer dan berusaha membuangnya, namun bom itu meledak saat dibuang dan langsung menewaskannya.

"Sahabat Riyanto menunjukkan komitmennya yang kuat selaras dengan Nawa Prasetya Banser, meskipun harus mengorbankan nyawa," ucapnya.

Karena pengorbanan dirinya demi menyelamatkan ratusan orang yang saat itu ada di dalam gereja itulah pihaknya mengusulkan ke pemerintah untuk memberikan penghargaan kepada Riyanto.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh kader Banser untuk bersama-sama berkomitmen kepada Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di republik ini karena Ansor dan Banser NU merupakan salah satu pemegang saham kemerdekaan.

"Kami bukan penumpang gelap yang hanya numpang di Tanah Air maka hukumnya `fardhu ain` bagi Banser untuk menjaga keutuhan NKRI hingga titik darah penghabisan," katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur Muhammad Tamim mengatakan usulan ini akan segera direalisasikan dan disampaikan ke Presiden RI Joko Widodo.

"Apalagi Desember juga bulannya Gus Dur karena sang Guru Bangsa meninggal pada akhir tahun sehingga usulan 24 Desember sebagai Hari Kemanusiaan Nasional saya kira sangatlah tepat," katanya. (*)


Pewarta: Fiqih Arfani
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026