"Gas Jambaran-Tiung Biru akan dimanfaatkan untuk listrik dan pupuk," ucapnya menegaskan.
Lamongan (Antara Jatim) - Pertamina EP Cepu (PEPC) menargetkan  lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (TBR) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur,  memproduksi gas sebesar 172 juta standar kaki kubik pada 2020.
     
"Target kami gas Jambaran-TBR bisa berproduksi 2020 dengan pembeli PLN dan Petrokimia, " kata  Senior "Project Manager" Jambaran-Tiung Biru (TBR) PEPC Firman Arif, dalam loka karya jurnalistik migas yang diikuti wartawan Bojonegoro di Lamongan, Rabu.
    
Hanya saja, pihaknya masih melakukan proses negosiasi terkait  harga gas dengan pembeli dari PLN dan PT Petrokimia dengan negosiator Pemerintah.
     
"Dua perusahaan pembeli gas dari BUMN sehingga negosiatornya Pemerintah," ucapnya.
      
Sesuai rencana, menurut dia, gas lapangan Jambaran-TBR akan diproduksikan sebesar 172 juta standar kaki kubik per hari dalam kurun waktu  2020-2035.
    "
"Gas Jambaran-TBR akan dimanfaatkan untuk listrik dan pupuk," ucapnya menegaskan. 
     
Ia menyebutkan proyek pengembangan lapangan gas Jambaran-TBR di dalam "plant of development" (POD)  akan menelan biaya mencapai 2,5 miliar dolar Amerika Serikat.
    
Menurut dia,  pengeboran dua sumur gas akan dimulai pada 2018. "Sekarang dalam proses persiapan untuk pondasi pengeboran yang akan selesai berkisar 2-3 bulan," tandasnya.
     
Pekerjaan pengembangan proyek lapangan gas Jambaran-TBR lainnya, lanjut Manajer Humas PPEC Abdul Malik, berupa pekerjaan pembangunan sipil dimulai 2016 lalu.
     
Pekerjaan yang sudah berjalan, kata dia,  pembangunan akses jalan, gedung perkantoran juga berbagai pekerjaan sipil lainnya termasuk pembangunan lapangan heli.
     
Di dalam melaksanakan pekerjaan itu, menurut dia melibatkan sekitar 200 tenaga kerja.
      
Tapi, lanjut dia,  proyek pengembangan lapangan gas Jambaran-TBR pada puncaknya akan melibatkan sekitar 4.000 tenaga kerja.
     
"Proses rekrutmen tenaga kerja akab kami koordinasikan dengan dianakertransos," kata dia. (*)
      



Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026