Kita sampaikan bahwa keberagamaan di Indonesia itu sangat bagus dan bahkan negara lain harus belajar di Indonesia tentang toleransi dan sebagainya
Surabaya (Antara Jatim) - Staf Khusus Bidang Kerukunan Beragama Internasional dari Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, yakni David Saperstein, melakukan kunjungan ke Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Senin, guna membahas keberagamaan di Indonesia.

"Kita sampaikan bahwa keberagamaan di Indonesia itu sangat bagus dan bahkan negara lain harus belajar di Indonesia tentang toleransi dan sebagainya," kata Rektor UINSA, Prof Abd A'la, sesuai pertemuan itu.

Didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UINSA, Dr H M Syamsul Huda, Rektor A'la mengatakan UINSA adalah salah satu pusat untuk pengembangan agama yang toleran.

"Kunjungan dari Staf Presiden Obama memang sudah direncanakan terlebih dahulu. Jadi tidak tiba-tiba ada staf Obama datang, tapi karena memang informasi sudah masuk lama sebelumnya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Syamsul menambahkan kedatangan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara UINSA dengan Konsulat Jenderal Amerika di Surabaya terkait program deradikalisasi.

"Kebetulan Pak Rektor kan jadi tim rekonsiliasi dan nampaknya itu menarik perhatian Amerika," tambahnya.

Terkait posisi UINSA yang bisa mengambil peran untuk melakukan proses rekonsiliasi dan perdamaian, bukan hanya murni karena faktor geologi, tapi karena ada banyak faktor yang bersifat personal.

"Nah karena mereka melihat peran Pak Rektor yang cukup sukses, sehingga mereka melakukan pendalaman terkait beberapa seminar, maka selanjutnya ditandantangani MoU," imbuhnya.

Ia mengungkapkan UINSA juga pernah datang ke Konjen dalam rangka melakukan proses penjajakan kemungkinan kerja sama, baik seminar maupun program yang tidak hanya bicara agama tapi tentang pendidikan, ekonomi dan sebagainya.

"Salah satu tindak lanjut, kita kan punya program kerja sama di bidang manajemen untuk madrasah. Awal Oktober lalu, mereka datang untuk melihat implementasinya seperti apa dan pengaruhnya kayak apa," pungkasnya. (*)


Pewarta: willy irawan
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026