"H.Mukap alias Siddiq (55) nelayan asal Desa/Kecamatan Besuki itu ditemukan pada Rabu pagi tadi sekitar pukul 07:00 WIB di perairan barat laut Pelabuhan Kalbut Situbondo atau sekitar 8 mil dari bibir pantai," ujarnya di Situbondo, Rabu.
Ia mengatakan, nelayan yang dinyatakan hilang tersebut ditemukan oleh perahu "kateran" atau jukung milik nelayan bernama Elianto (28) yang saat itu sedang memancing ikan.
Saat ditemukan, katanya, kondisi tubuhnya sudah mulai lemas dengan perahu rakit dari bambu yang biasa digunakannya untuk tempat penerangan lampu di tengah laut ketika menebar jaring ikan bersama belasan teman lainnya.
"Informasi yang kami terima nelayan tersebut selama tiga hari terombang ambing masih tetap berada di perahu rakit dari bambu itu. Kalau kondisinya sudah lemas karena tidak makan dan minum selama tiga hari," ungkapnya.
Menurut Zainul, setelah nelayan itu ditemukan langsung dievakuasi ke pesisir Besuki dan selanjutnya dibawa ke Klinik Mitra Sehat Besuki untuk mendapatkan penanganan medis.
"Sampai sekarang H.Mukap belum bisa dimintai keterangan, karena kondisinya masih lemas dan 'shock'," tuturnya.
Sebelumnya, pada Senin (5/9) nelayan tersebut dinyatakan hilang saat mencari ikan bersama 19 orang nelayan lainnya. Dia menebar jaring ikan dengan menggunakan perahu selerek Harapan 2 milik Rofiki warga Desa Pesisir, Kecamatan Besuki.
Kronologi hilangnya nelayan itu bermula saat perahu selerek Harapan 2 dengan 20 ABK berangkat dari Pelabuhan Besuki Minggu (4/9) sore pukul 15.00 WIB untuk mencari ikan di perairan laut Panarukan hingga Kalbut Situbondo.
Tepat pukul 01:00 Senin dini hari ketika korban bersama 19 teman lainnya menebar jaring ikan, korban kebagian menjaga alat penerangan dengan menggunakan perahu rakit bambu. Tidak lama kemudian mesin perahu tiba-tiba mati sehingga menjadi gelap dan korban terpisah dari rombongan perahu selerek tersebut. (*)
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.