"Dalam rangka membangkitkan olahraga di Situbondo, kami menyikapi beberapa cabang olahraga (cabor) yang tidak eksis, dengan mengambil tindakan tegas untuk membekukan sementara lima cabor naungan KONI," ujar Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Situbondo Reno Widigdyo di Situbondo, Jumat.
Ia menyebutkan, kelima cabang olahraga yang dibekukan tersebut adalah Persatuan Atlet Seluruh Indonesian (PASI), Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI), Persatuan Catur Seluruh Indonesian (PERCASI), Persatuan Senam Nasional Indonesia (PERSANI) dan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).
Pembekuan sementara terhadap lima cabor, kata dia, sebelumnya sudah dilakukan evaluasi kinerja dengan melakukan beberapa monitoring, akan tetapi pada kenyataannya memang tidak pernah ada kegiatan.
"Sebelum membekukan lima cabor tersebut, kami juga sudah melakukan tahapan-tahapan. Seperti halnya melalui rapat pengurus dan koordinasi dengan KONI Provinsi Jawa Timur," katanya.
Reno mengatakan bahwa sebelumnya sudah mengirimkan surat teguran, dan bahkan KONI juga melayangkan surat peringatan atau SP1 dan SP2 agar segera melakukan musyawarah cabang dan evaluasi pengurus.
"Karena surat teguran kami sudah tidak diindahkan oleh pengurus cabor, dan selanjutnya kami mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak untuk membekukan lima cabor tersebut," ungkapnya.
Jika dalam kurun waktu tiga bulan, lanjut dia, tidak dilakukan pembenahan oleh lima pengurus cabor yang dibekukan sementara, itu maka akan dilakukan pembekuan selamanya.
"Cabang olahraga tersebut bisa ada kembali setelah ada perubahan pengurus baru yang mengikuti peratauran yang berlaku," paparnya.
Ia menambahkan, sebenarnya ada 8 cabang olahraga yang dibekukan sementara, akan tetapi tiga cabor lainnya sudah melakukan musyawarah cabang. (*)
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.