Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank menguat tipis, tapi Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka melemah 27,63 poin seiring dengan aksi ambil untung pelaku pasar.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak menguat tipis sebesar 5 poin menjadi Rp13.157 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.162 per dolar AS.
"Nilai tukar rupiah menguat bersama dengan hampir semua kurs Asia seiring dengan harga minyak mentah yang naik," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Jumat.
Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Jumat (8/4) pagi ini, berada di level 37,92 dolar AS per barel, naik 1,77 persen. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 39,96 dolar AS per barel, menguat 1,34 persen.
Ia menambahkan bahwa cadangan devisa Tiongkok yang naik juga menambah optimisme di pasar keuangan Asia sehingga memberikan sentimen positif bagi mata uang di kawasan, termasuk rupiah.
Selain itu, lanjut dia, optimisme dari dalam negeri mengenai kenaikan cadangan devisa juga turut menopang mata uang rupiah terhadap dolar AS.
Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2016 sebesar 107,5 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2016 sebesar 104,5 miliar dolar AS.
Kendati demikian, lanjut dia, pemangkasan belanja negara hingga mencapai Rp50,6 triliun bisa mengembalikan tekanan pelemahan rupiah dalam jangka pendek.
Sementara itu, Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Rinaldy mengatakan bahwa posisi cadangan devisa itu masih kuat mengingat dapat menutup biaya impor 8 bulan atau 7,8 bulan impor plus utang luar negeri pemerintah.
"Realisasi devisa itu juga di atas hitungan kebutuhan minimal 75 miliar dolar AS hingga 80 miliar dolar AS (dikalkulasi dari nilai gabungan impor 3 bulan dan potensi penarikan dana keluar pada investasi portofolio)," paparnya.
Meskipun demikian, lanjut dia, nilai tukar rupiah yang dapat memasuki masa depresiasi struktural di semester kedua 2016 nanti, dan devisa valas dapat melonggar pada periode tersebut.
IHSG Melemah
Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka melemah 27,63 poin seiring dengan aksi ambil untung pelaku pasar.
IHSG turun 27,63 poin atau 0,57 persen menjadi 4.839,65. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 6,80 poin (0,81 persen) menjadi 838,72.
"Kondisi IHSG yang sudah masuk dalam area jenuh beli atau overbought setelah menguat sekitar 3 persen sejak akhir Maret lalu dimanfaatkan oleh sebagian investor untuk melakukan ambil untung sehingga indeks bergerak melemah," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Jumat.
Di sisi lain, lanjut dia, sentimen yang bervariasi baik dari global maupun domestik juga menjadi salah satu pendorong bursa saham Indonesia bergerak terkoreksi.
Dari dalam negeri, ia mengemukakan, pemerintah dalam sidang kabinet paripurna membahas beberapa topik di antaranya merevisi asumsi makro dalam APBN 2016, yaitu inflasi menjadi 4 persen dari 4,7 persen, nilai rupiah menjadi Rp13.400 per dolar AS dari Rp13.900 per dolar AS.
Pemerintah juga memperkirakan defisit anggaran tahun 2016 melebar menjadi 2,5 persen dari PDB.
Dari eksternal, ia mengatakan, investor masih khawatir terhadap perekonomian global yang ditandai dari risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang menyebutkan bank sentral AS belum akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Hadiyansyah menambahkan, pergerakan IHSG hari ini diestimasi terkoreksi bergerak di kisaran 4.840-4.890 poin, kendati demikian koreksi yang terjadi bersifat wajar dan dapat dijadikan kesempatan untuk akumulasi.
"Investor mulai dapat menambah proporsi pada ekuitas. Setiap koreksi yang terjadi dapat dijadikan sebagai entry point," katanya.
Sementara, bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 178,30 poin (0,88 persen) ke level 20.087,75, indeks Nikkei turun 59,87 poin (0,38 persen) ke level 15.684,33, dan Straits Times melemah 16,33 poin (0,59 persen) ke posisi 2.796,53. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.