Nairobi (Antara/Xinhua-OANA) - Kelompok lobi utama pelestari margasatwa di Kenya pada Sabtu (3/10) ikut dalam pawai global untuk menghimpun dukungan bagi perlindungan badak dan gajah --yang menghadapi ancaman serius seperti perburuan gelap dan kemerosotan habitat.

Para pejabat senior pemerintah ikut dalam jalan 10 kilometer untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai nasib buruk hewan mamalia yang menjadi lambang tersebut, yang menjadi tumpuan sektor pariwisata di Kenya.

"Ada komitmen baru dari seluruh lapisan rakyat Kenya untuk mendorong pelestarian hewan. Badak dan gajah kami menghadapi ancaman sangat besar berupa perburuan gelap dan ada keperluan bagi upaya bersama untuk menyelamatkan mereka," kata Sekretari Kebinet bagi Lingkungan Hidup Judi Wakhungu.

Kelompok Penyayang binatang Kenya bergabung dengan rekan merekadi bagian lain dunia untuk ikut dalam pawai global tahun ini buat gajah dan badak, dengan tema "Keadilan buat gajah dan badak".

Wakhungu mengatakan pemerintah telah memberlakukan peraturan yang lebih ketat guna mencegah dan menghukum pelaku kejahatan terhadap margasatwa secara efektif.

"Kami telah membuka lembaran baru dalam perang melawan perburuan gelap berkat pemberlakuan peraturan keras untuk menghukum para pelanggar. Saat ini, kami mengurung paling banyak penyelundup di balik terali besi dalam sejarah modern," kata Wakhungu, sebagaimana dikutip Xinhua --dikutip Antara, Ahad pagi. (*)


Pewarta: Supervisor
Editor : Tunggul Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026