Serapan APBD hingga 15 September 2015 tercatat sebesar Rp1,67 triliun dari total belanja secara keseluruhan mencapai Rp3,61 triliun atau secara presentase sebesar 46,36 persen
Jember (Antara Jatim) - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat tahun 2015 yang sudah diserap untuk berbagai program masih rendah, baru 46,36 persen.

"Serapan APBD hingga 15 September 2015 tercatat sebesar Rp1,67 triliun dari total belanja mencapai Rp3,61 triliun atau secara presentase sebesar 46,36 persen," kata Kepala BPKA Jember, Ita Puri Andayani usai dengar pendapat dengan Komisi C DPRD Jember, Rabu sore.

Dari dana serapan tersebut secara rinci tercatat belanja tidak langsung yang dialokasikan sebesar Rp2,09 triliun hanya dapat direalisasikan sebesar Rp1,13 trilun atau sebesar 54,48 persen.

"Beberapa poin belanja tidak langsung di antaranya belanja pegawai yang terealisasi 60,96 persen dari total anggaran Rp943,33 miliar, kemudian belanja hibah terealisasi 62,70 persen dari total anggaran Rp226,93 miliar, dan belanja bantuan sosial terealisasi 28,82 persen dari alokasi anggaran Rp52,13 miliar," tuturnya.

Sedangkan untuk belanja langsung serapannya masih sangat rendah yakni 31,89 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp484,55 miliar yang terdiri dari belanja pegawai, belanja barang-jasa, dan belanja modal.

"Ada beberapa kendala yang dialami sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam melakukan serapan anggaran misalnya keterlambatan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang menyebabkan perlu beberapa kali konsultasi untuk menggunakan anggaran itu, terutama dana alokasi khusus (DAK)," paparnya.

Ia mencontohkan beberapa alokasi anggaran yang didapat dari SKPD seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya yang mendapatkan alokasi dana sebesar Rp50 miliar belum digunakan karena belum ada sinkronisasi dengan pihak Kementerian PU.

"Saya berharap dalam sisa waktu tiga bulan seluruh SKPD memaksimalkan serapan anggaran dan pihak BPKA siap memberikan asistensi terhadap permasalahan yang dihadapi SKPD dalam proses penyerapan anggaran," katanya.

Sedangkan untuk pendapatan yang ditargetkan pada tahun 2015 sebesar Rp3,2 triliun, namun hingga pertengahan September 2015 ini terealisasi sebesar Rp2,05 triliun atau 64,18 persen yang meliputi pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan pendapatan lain-lain yang sah.

Sementara Wakil Ketua Komisi C DPRD Jember, Anang Murwanto, menyayangkan rendahnya serapan anggaran pada APBD 2015, padahal sudah masuk pada triwulan ketiga yang seharusnya bisa terealisasi lebih dari 50 persen.

"Penyerapan APBD Jember tahun ini sangat rendah dibandingkan tahun lalu, padahal sisa waktu untuk menyerap anggaran tinggal tiga bulan lagi. Saya mendesak seluruh SKPD memaksimalkan penyerapan anggaran terutama belanja modal dan barang-jasa yang berkaitan langsung dengan masyarakat," tuturnya.(*)


Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026