Secara umum aktivitas Gunung Raung cenderung menurun, walaupun saat ini masih belum stabil
Jember (Antara Jatim) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas Gunung Raung (3.332 mdpl) yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember terus menunjukkan penurunan selama beberapa pekan terakhir.

"Secara umum aktivitas Gunung Raung cenderung menurun, walaupun saat ini masih belum stabil," kata Kasubid Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Hendra Gunawan saat dihubungi dari Jember, Rabu.

Menurut dia, potensi letusan Gunung Raung masih bisa terjadi, gempa tremor dan deformasi inflasi kadang-kadang masih terjadi, meskipun kurang signifikan.

"Saat ini statusnya masih siaga (level III). Mudah-mudahan aktivitas Raung menurun terus dan lebih stabil," tuturnya.

Hendra mengatakan PVMBG akan melakukan evaluasi terhadap aktivitas gunung yang memiliki ketinggian 3.332 mdpl tersebut, apakah statusnya diturunkan menjadi waspada (Level II) atau tetap pada siaga.

"Kalau aktivitasnya cenderung stabil, tentu ke depannya akan kita evaluasi lagi aktivitas Gunung Raung untuk diturunkan menjadi waspada," paparnya.

Laporan aktivitas Gunung Raung dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung di Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, pada 19 Agustus 2015 pukul 06.00 - 12.00 WIB tercatat secara visual cuaca terang, angin tenang, suhu udara 25 derajat celcius, dan Gunung Raung tertutup kabut.

Secara seismik tercatat Gunung Raung mengeluarkan 21 kali embusan dengan amplitudo 4-10 milimeter selama 16-54 detik, gempa tremor menerus dengan amplitudo 1-19 milimeter, namun dominan 2 milimeter.

"Kesimpulannya aktivitas vulkanis dan energi tremor vulkanis menurun dan stabil, namun statusnya masih tetap siaga. Masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Raung," paparnya.

Sedangkan pada 19 Agustus 2015 pukul 00.00 - 06.00 WIB tercatat secara visual cuaca terang, angin perlahan dari utara, suhu udara 18 derajat celcius, asap letusan kelabu sedang tekanan lemah dengan ketinggian 500-1000 meter condong ke barat. Untuk data seismik tercatat 10 kali embusan dengan amplitudo 4-8 milimeter selama 15-38 detik, tremor menerus dengan amplitudo dominan 2 milimeter.(*)
     


Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026