"Impor sapi dari Australia mampu mempengaruhi jumlah sapi yang dipasarkan di pasar hewan. Biasanya sapi yang dipasarkan sekitar 1.000 ekor sapi setiap pasaran, tapi sekarang hanya sekitar 500 ekor sapi setiap pasaran, sejak Mei lalu," jelas Kepala Pelaksana Harian (PLH) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro Hamzah, di Bojonegoro, Kamis.
Bojonegoro (Antara Jatim) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Jawa Timur menyatakan transaksi sapi di Pasar Hewan Banjarjo cenderung menurun, disebabkan pengaruh impor sapi dari Australia.

"Impor sapi dari Australia mampu mempengaruhi jumlah sapi yang dipasarkan di pasar hewan. Biasanya sapi yang dipasarkan sekitar 1.000 ekor setiap pasaran, tapi sekarang hanya sekitar 500 ekor sapi setiap pasaran, sejak Mei lalu," jelas Kepala Pelaksana Harian (PLH) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro Hamzah, di Bojonegoro, Kamis.

Ia menjelaskan biasanya di pasar setempat dipenuhi pedagang dari luar daerah, mulai Jakarta, Bandung, juga dari pedagang Jawa Tengah.

Bahkan, lanjut dia pedagang luar daerah datang membawa truk, untuk mengangkut sapi yang dibeli.

"Pembeli sekarang yang melakukan tranksasi dari lokal, paling jauh asal Madura," ucapnya.

 Padahal, menurut Hamzah transaksi jual beli sapi menjelang Puasa Ramadhan biasanya ramai.

"Menjelang puasa biasanya jual beli sapi ramai, tapi sekarang sepi," tandasnya.

Mengenai harga ia mengaku tidak tahu, sebab para pedagang dalam melakukan transaksi dilakukan secara langsung antara pembeli dan penjual.

 "Kalau dihitung harga penjualan sapi cenderung menurun berkisar Rp500.000-Rp1.000.000/ekor, sejak Mei lalu," jelas seorang pedagang sapi asal Tuban, Rasiman.

Ia menyebutkan seekor sapi yang sekarang dibawa dibeli dari desa dengan harga Rp13.500.000/ekor.

"Tapi pembeli hanya berani Rp12.500.000, ya tidak saya berikan," ujarnya.

Meski harga sapi cenderung menurun, menurut Rasiman, juga pedagang lainnya asal Bojonegoro Agung Wahono, harga daging sapi hidup tetap stabil di Bojonegoro Rp83.000/kilogram dan di Tuban Rp78.000/kilogram.

Menurut Agung maupun Rasiman, transaksi jual beli sapi juga sepi di sejumlah pasar hewan di Babat, Lamongan, juga Tuban.

"Kalau impor sapi tetap berlanjut, ya jelas pemasaran sapi lokal akan semakin sepi," ujar Rasiman.(*)


Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026