"Tidak ada kenaikan untuk semua beras baik kualitas super, medium, maupun jenis IR-64 karena stok beras cukup banyak," tuturnya.
Jember (Antara Jatim) - Harga beras di beberapa pasar tradisional Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjelang datangnya bulan Ramadhan, masih stabil. .
"Stok beras masih melimpah karena masa panen berakhir hingga akhir Juni 2015, sehingga harganya masih stabil," kata petugas pencatat harga di Pasar Tanjung Jember Iskandar di Jember, Sabtu.
Menurut dia, harga beras Bengawan sebesar Rp10.000 per kilogram, beras Mentik sebesar Rp10.500 per kilogram, dan jenis IR 64 masih dikisaran menjadi Rp8.500 hingga Rp9.000 per kilogram.
"Tidak ada kenaikan untuk semua beras baik kualitas super, medium, maupun jenis IR-64 karena stok beras cukup banyak," tuturnya.
Sedangkan bahan pokok lainnya justru mengalami kenaikan seperti gula pasir yang mengalami kenaikan sebesar Rp1.000 per kilogram, dari Rp10.500 menjadi Rp11.500 per kilogram.
Kemudian minyak goreng curah naik dari Rp10.000 menjadi Rp11.000 per kilogram, telur ayam juga naik menjadi Rp20.000 dari harga sebelumnya Rp18.000 per kilogram.
"Bumbu dapur juga mengalami kenaikan yang signifikan seperti bawang merah dari Rp28.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, bawang putih naik dari Rp15.000 menjadi Rp16.500 per kilogram," paparnya.
Daging ayam potong naik dari Rp24.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, namun untuk daging sapi masih stabil di kisaran Rp100.000 per kilogram.
"Kemungkinan sejumlah bahan pokok akan terus merangkak naik menjelang sepekan bulan Ramadhan dan hal itu terjadi setiap tahun menjelang puasa," katanya.
Salah seorang pedagang bumbu dan sayur di Pasar Tanjung, Sutiah, mengatakan harga sayur mayur juga mengalami kenaikan seperti kentang, wortel, dan tomat.
"Harga cabai rawit dan cabai biasa juga masih tinggi di kisara Rp17.000 hingga Rp26.000 per kilogram. Harga cabai diprediksi terus merangkak naik hingga jelang Lebaran," katanya.(*)
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.