Kediri (Antara Jatim) - Warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menamani jalan yang berlubang dengan pohon, sebagai bentuk protes karena janji perbaikan dari pemerintah tidak kunjung direalisasikan.
Warsono (60), salah seorang warga di desa itu, Kamis mengatakan tingkat kerusakan jalan sudah sangat membahayakan, bahkan bisa menyebabkan kecelakaan.
"Kerusakannya sudah lama, lebih dari empat bulan lalu. Tapi, sampai sekarang belum diperbaiki," kata Warsono.
Ia mengatakan, kerusakan itu terjadi di sepanjang jalan yang menghubungkan Kecamatan Plosoklaten dengan Kecamatan Pare. Ada lebih dari dua meter dengan lokasi kerusakan yang saling berdekatan.
Tingkat kerusakannya, kata dia, juga tidak sama, ada yang sangat sekitar 5 sentimeter dengan diameter bahkan sampai puluhan sentimeter. Kondisi itu membuat arus lalu lintas juga tidak dapat dengan lancar melintas.
Rofi, warga lainnya mengatakan kerusakan itu sebenarnya sudah lama, tapi belum ada perbaikan. Ia juga menduga, kerusakan itu lebih karena banyaknya truk bermuatan lebih yang melintas di jalan raya tersebut.
Terlebih lagi, jika setelah hujan, jalan itu bertambah rusak. Air juga menggenang, sehingga pengendara jalan raya pun juga terperosok. Bahkan, beberapa di antara mereka sempat hampir terjatuh karena tidak mengetahui ada jalan yang rusak.
"Banyak truk pengangkut pasir dari Blitar melintas di jalan ini. Muatan pasirnya penuh, dan ini kami duga yang membuat jalan cepat rusak," kata Rofi.
Lebih lanjut, ia mengatakan sebenarnya warga sudah berusaha meminimalisir tingkat kerusakan dengan menambal jalan yang berlubang itu dengan semen. Namun, karena jalan yang berlubang itu sangat panjang, warga tidak dapat menambal semuanya.
Ia berharap, pemerintah segera memperbaiki jalan yang rusak itu dan menambalnya. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.