Madiun (Antara Jatim) - Konferensi cabang (Konfercab) serentak delapan DPC PDI Perjuangan (PDIP) yang digelar, Selasa, di Hotel Merdeka Kota Madiun, Jawa Timur, diwarnai "deadlock" untuk pemilihan Ketua DPC PDIP Kabupaten Madiun.
Hal itu menyusul tiga calon yang sudah direkomendasikan DPP ditolak oleh mayoritas Pimpinan Anak Cabang (PAC). Puluhan kader PDIP langsung meninggalkan lokasi konfercab dan menyegel kantor DPC PDIP Kabupaten Madiun yang berada di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun,
Kabupaten Madiun.
"Kantor disegel PAC se-Kabupaten Madiun. Kita hancur karena demokrasi loby. Banyak kader PDIP di tingkat PAC yang kecewa, karena usulan PAC tidak direkomendasi. Justru yang tidak dapat suara dari PAC direkomendasi DPP," ujar mantan Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Madiun, Subari.
Awalnya, pelaksanaan konfercab berjalan lancar. Namun saat memasuki sidang ke I di tingkat DPC, khusus DPC PDIP Kabupaten Madiun yang dihadiri 15 PAC berjalan alot. Ini setelah mengetahui, nama-nama yang diusulkan PAC yakni Y. Ristu Nugroho dan Suprapto, tidak direkomendasi DPP.
Pihak DPP, justru merekomendasi tiga nama yang bukan aspirasi dari PAC. Yakni, Anang Suyatno, Sugito, dan Rudi Triswahono.
Situasi langsung memanas dan tidak berhasil memutuskan Ketua DPC PDIP Kabupaten Madiun periode 2015-2020. Lalu, sekitar 14 PAC langsung menolak dan keluar dari arena konfercab.
Saat itu juga, massa menduduki dan menyegel kantor DPC PDIP Kabupaten Madiun. Penyegelan dilakukan dengan menggunakan tiga buah bambu ukuran empat meter yang dipalang di depan pintu masuk kantor DPC.
Massa juga memasang spanduk bertuliskan "PDIP Kabupaten Madiun Berkabung," dan mencoreti dinding dengan menggunakan cat warna hitam bersuliskan "Disegel PAC se-Kabupaten Madiun", "Kita hancur karena demokrasi loby", dan lainnya.
Data setempat mencatat, dukungan terhadap sejumlah kader yang diusulkan DPP, Rudi Triswahono (satu PAC), Sugito (dua PAC), dan Anang Dwi Suyatno (tiga PAC). Sedangkan kader usulan PAC, Suprapto (tujuh PAC) dan Y Ristu Nugroho calon petahana (15 PAC).
Hingga berita ini diturunkan, hanya DPC PDIP Kabupaten Madiun yang mengalami "deadlock", sedangkan tujuh DPC lain ditetapkan dalam konfercab oleh utusan DPP PDIP. ketujuh DPC itu di antaranya, Magetan, Ponorogo, Ngawi, dan Kota Madiun.
Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Ahmad Basara, mengatakan, untuk yang "deadlock" di tingkat konfercab, maka keputusan akhir ditarik DPP PDIP. Sehingga pemilihan Ketua DPC merupakan hak dari pengurus pusat.
"Karena sudah tidak ada kata sepakat dari calon yang dapat rekomendasi, maka pemilihan Ketua DPC dipilih langsung oleh pusat," kata Ahmad Basara. (*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.