Surabaya (Antara Jatim) - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk mengoperasikan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) pertama di Ngangel, Surabaya, guna mendukung program pemerintah mengalihkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) ke gas (BBG).
"Sebanyak 65 mobil operasional Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sudah pakai BBG, Pemkab Gresik 70 unit, dan Pemkot Surabaya 25 unit," kata Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia (anak perusahaan PGN untuk SPBG dan MRU/PGN Gagas), Danny Praditya, pada acara Soft Launching SPBG Ngagel, di Surabaya, Senin.
Alasan menyasar mobil operasional, menurut dia, karena mobilitasnya cukup tinggi, perawatan satu pintu, dan layanan tidak ritel satu per satu orang.
Dia mengatakan, SPBG Ngagel dibangun dengan kapasitas 0,5-1 MMSCFD atau hingga 30.000 liter setara premium (lsp) per hari. Sementara, harga gas per lsp dibanderol Rp4.500.
"Keberadaan SPBG Ngagel sesuai komitmen kuat kami untuk mendukung program pemerintah dalam konversi BBM ke BBG," ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahun 2015 perusahaan itu siap menambah satu SPBG di Surabaya seiring besarnya permintaan pasar gas di wilayah tersebut. Selain itu, PGN juga memasok gas untuk tiga SPBG milik mitranya di Surabaya.
"Sebelumnya, SPBG serupa telah kami bangun di Jakarta, Bekasi, dan Bogor," katanya.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.