Jember (Antara Jatim) - Penderita demam berdarah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, selama Januari 2015 mencapai 228 orang dan lima penderita di antaranya meninggal dunia. "Jumlah penderita demam berdarah (DB) tahun ini meningkat dibandingkan pada periode Januari tahun 2014 sebanyak 155 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Jember Bambang Suwartono dalam rapat dengar pendapat di Komisi D DPRD Jember, Rabu. Menurut dia, sebanyak 228 penderita DB tersebut mendapat perawatan di beberapa pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan kondisi yang agak parah dirujuk ke sejumlah rumah sakit. "Penderita DB yang tidak bisa ditangani di puskesmas akan dirujuk di tiga rumah sakit daerah yakni Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember, RSD Balung, dan RSD Kalisat," tuturnya. Jumlah penderita terbanyak berada di Kecamatan Ambulu sebanyak 35 orang, kemudian Wuluhan sebanyak 22 orang, dan Tempurejo sebanyak 21 orang. Ia menjelaskan lima penderita DB yang meninggal tersebut karena terlambat dibawa ke puskesmas atau rumah sakit, sehingga dokter dan tim medis tidak bisa menyelamatkan nyawanya karena kondisinya sudah kritis. "Lima penderita DB yang meninggal yakni empat anak-anak dan satu dewasa, namun secara keseluruhan jumlah penderita DB terbanyak pada usia 5-14 tahun sebanyak 94 orang," paparnya. Kendati jumlah penderita DB mencapai 228 orang dan lima di antaranya meninggal, Dinkes Jember belum menetapkan kejadian luar biasa (KLB) untuk penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti tersebut. "Sesuai dengan prosedur tetap, status KLB akan ditetapkan, apabila jumlah kasus DB pada Januari 2015 sebanyak dua kali lipat pada periode yang sama tahun lalu," katanya. Pada Januari 2014 jumlah penderita DB di Jember sebanyak 155 orang dan Dinkes Jember akan menetapkan KLB kalau jumlah penderita DB pada Januari 2015 mencapai 310 orang. Sementara Ketua Komisi D DPRD Jember, M. Hafidi meminta Dinkes melakukan monitoring terhadap kantong-kantong penyebaran demam berdarah di Jember. "Kami minta petugas di masing-masing puskesmas melakukan pemantauan terhadap penyakit DB karena jumlah pasien di sejumlah puskesmas meningkat tajam dan diharapkan angka kematian bisa ditekan," ucap politisi PKB Jember itu.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026