Malang (Antara Jatim) - Puluhan warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Antikorupsi Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, mendatangi gedung DPRD setempat dan mengecam adanya pihak yang sengaja menggembosi upaya intensif memberantas korupsi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Juru bicara Koalisi Masyarakat Antikorupsi Kota Malang, Lutfi J Kurniawan mengatakan penangkapana Wakil Ketua KPK Bambang Wijayanto (BW) oleh Bareskrim Polri merupakan upaya untuk membalas dendam dan memperlemah posisi KPK dalam upayanya untuk memberantas korupsi di Tanah Air. "Ini merupakan balas dendam kepolisian, karena KPK telah menetapkan calon Kapolri Budi Gunawan sebagai tersangka," ujar Lutfi. Menurut dia, selain penangkapan wakil ketua KPK, pengalihan isu dengan menyebarkan editan foto tidak senonoh Ketua KPK Abraham Samad juga merupakan usaha penggembosan di tubuh KPK. "Kita harus memperjuangkan KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi," ucapnya. Melihat kondisi yang seperti sekarang ini, Koalisi Antikorupsi Kota Malang mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera turun tangan guna menghindari adanya keributan skala nasional. Polri harus melepaskan wakil ketua KPK, jangan sampai ada pihak-pihak yang memolitisasi agenda pemberantasan korupsi di Tanah Air. Selain berorasi yang memberikan dukungan kepada KPK, puluhan pengunjuk rasa dari Koalisi Masyarakat Antikorupsi itu juga membentangkan beberapa poster. "Gerakan antikorupsi tidak bisa dilumpuhkan, baik oleh kepolisian, TNI atau cukong di Indonesia," tegas Lutfi. Aksi massa di depan gedung DPRD itu akhirnya ditemui Ketua DPRD Kota Malang, Arif Wicaksono dan beberapa pimpinan dewan lainnya. Di hadapan puluhan aktivis, Arif menyatakan dukungannya secara penuh terhadap langkah penegakan semangat antikorupsi seperti yang disuarakan masyarakat antikorupsi, termasuk Malang Corruption Watch (MCW). "Bersama rakyat, kami siap mengawal reformasi dan upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air yang kini sedang digencarkan KPK," tegas politisi dari PSI Perjuangan tersebut.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026