Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Universitas Jember (Unej) memperkuat pembangunan karakter mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 karena memasuki perguruan tinggi berarti menghadapi lebih dari sekadar lingkungan belajar yang baru.

"Mahasiswa juga dituntut mampu beradaptasi dengan kehidupan yang lebih mandiri, tekanan akademik, lingkungan sosial, hingga perkembangan teknologi yang semakin cepat," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unej Fendi Setyawan di Jember, Jawa Timur, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa dengan menyadari tantangan tersebut, Unej memasukkan penguatan integritas akademik, literasi penggunaan teknologi, serta kesehatan mental sebagai bagian penting dalam rangkaian PKKMB 2026 yang bertema "Karya Inovatif Wujudkan Generasi Unggul dan Berkarakter".

"Unej tidak hanya memperkenalkan kehidupan akademik kepada mahasiswa baru tetapi juga membangun fondasi karakter yang diharapkan menjadi bekal mereka selama menempuh pendidikan tinggi," katanya.

Ia menjelaskan masa awal perkuliahan merupakan kesempatan penting membangun karakter mahasiswa karena kemampuan akademik dapat terus dikembangkan selama mahasiswa menjalani proses pendidikan, tetapi kejujuran dan integritas perlu ditanamkan sejak awal.

"Persoalan akademik dan pengetahuan bisa dipelajari sambil berjalan. Namun, basis kejiwaan, kejujuran, dan integritas itulah yang menjadi fondasi utama untuk ditanamkan sejak dini,” ujarnya.

Ia menjelaskan pembekalan mahasiswa baru tidak berhenti pada pengenalan sistem perkuliahan karena Unej juga memperkenalkan anti-plagiarisme, budaya antikorupsi, nilai-nilai kebangsaan, pencegahan radikalisme, serta etika berkomunikasi di ruang digital.

Mahasiswa, kata dia, perlu memahami bahwa kehidupan kampus bagian dari proses pembentukan pribadi sebelum mereka terjun lebih luas ke masyarakat.

"Kami ingin saat mereka berperilaku, baik di dalam kampus maupun di tengah masyarakat, mereka membawa etika yang kuat. Penguatan integritas menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) yang membuat mahasiswa memiliki akses sangat luas terhadap informasi," katanya.

Selain integritas akademik, katanya, kesehatan mental menjadi perhatian dalam pembekalan mahasiswa baru Unej karena masa transisi dari sekolah menengah menuju perguruan tinggi dapat menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kerinduan terhadap rumah, kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru, persoalan relasi sosial, hingga tekanan akademik.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMP) Unej Ermanto Fahamsyah mengatakan kondisi psikologis salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar mahasiswa dapat menjalani proses pembelajaran secara optimal.

"Perhatian terhadap kesehatan mental tersebut juga berkaitan dengan perubahan pola mahasiswa dalam mencari informasi," katanya.

Di tengah semakin mudah akses terhadap mesin pencari, media sosial, dan aplikasi berbasis AI, ujar dia, mahasiswa dapat menemukan berbagai informasi mengenai kesehatan mental hanya dalam hitungan detik.

Namun, kata dia, kemudahan tersebut tidak selalu berarti informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan kondisi seseorang.

Tahun ini, Universitas Jember menerima 9.857 mahasiswa baru dari total 68.642 pendaftar yang diterima melalui berbagai jalur, yakni SNBP, SNBT, dan SEMMABA.



Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026