Malang (Antara Jatim) - Pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemkot Malang, Jawa Timur, yang dijadwalkan tahun ini, molor lagi karena belum terpenuhinya kebutuhan tenaga dokter maupun paramedis. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Dr Asih Tri Rachmi Nuswantari, Selasa mengakui hingga saat ini kebutuhan tenaga medis belum terpenuhi. Dari kebutuhan 144 tenaga medis, baru terpenuhi sebanyak 67 orang dan itupun baru terisi dari kuota rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. "Kurangnya tenaga dan peralatan kesehatan menjadi faktor penghambat utama pengoperasian RSUD yang berlokasi di Bumiayu, Kedungkandang itu. Apalagi, pemerintah pusat berencana melakukan moratorium penerimaan CPNS hingga lima tahun ke depan," katanya. Asih mengaku khawatir dengan rencana pemerintah yang akan melakukan moratorium PNS hingga lima tahun ke depan. Jika memang diputuskan ada moratorium, Dinkes akan memaksimalkan tenaga kesehatan dan paramedis yang ada, sebab untuk melakukan pengangkatan tenaga kontrak harus dipelajari aturannya secara detail agar tidak memunculkan masalah di kemudian hari. Ia mengaku Dinkes menargetkan RSUD Kedungkandang bisa beroperasi pada Januari 2015 dan tidak akan molor lagi karena masyarakat sekitar sangat membutuhkannya. Sebab, di kawasan Kedungkandang dan sekitarnya masih belum ada rumah sakit, meski ada Puskesmas yang beroperasi selama 24 jam. Saat ini proses persiapan pengoperasian RSUD Kedungkandang mencapai 70 persen. Nantinya rumah sakit tipe D tersebut akan melayani rawat jalan dan rawat inap dengan kapasitas 50 tempat tidur pasien. Pada awalnya Dinkes menargetkan pengoperasian RSUD tersebut pada Juni 2012, kemudian ditunda pada Agustus 2014, namun karena masalah pendanaan untuk penyelesaian pembangunan fisik dan peralatan kesehatan maupun tenaga kesehatan, pengoperasiannya ditunda lagi. Meski belum beroperasi secara penuh, RSUD sudah dibuka untuk umum dengan mengoperasikan poliklinik sejak Juni 2012. Poliklinik tersebut juga dilengkapi dengan dokter spesialis, yakni spesialis anak dan kandungan. RSUD Bumiayu, Kedungkandang, mulai dibangun pada 2010 di atas lahan seluas 4.000 meter persegi, namun saat ini diperluas hingga hampir mencapai 10 ribu meter persegi dengan membebaskan lahan milik warga.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026