Tulungagung (Antara Jatim) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Tulungagung berencana memperluas program "on farm" atau bantuan kredit untuk petani hingga 10 ribu hektare sawah yang tersebar di wilayah Tulungagung dan Blitar, Jawa Timur. "Saat ini kami sudah memberlakukan program ini dengan luasan sekitar 6.000 hektare di Tulungagun. Tahun depan kami perluas dengan menambah wilayah sasaran sekitar 4.000 hektare lahan pertanian di Kabupaten Blitar," kata Kepala Perum Bulog Subdivre Tulungagung, Supriyanto, Rabu. Program on farm merupakan salah satu terobosan yang dilakukan Bulog dalam upaya meningkatkan volume serapan beras dari petani. Strategi bisnis dalam program ini, tutur dia dilakukan dengan memberikan fasilitas kredit bagi petani dengan menggandeng salah satu bank pemerintah, BRI. Menurut Supriyanto, bantuan kredit dengan bunga mura ini dinilai ampuh dalam menekan tingkat ketergantungan petani terhadap pedagang yang biasa melakukan sistem ijon. "Komitmen dalam program on farm ini selain memberi bantuan kredit bagi petani, bulog juga memberlakukan sistem 'yarnen' atau membayar langsung secara tunai saat panen," jelasnya. Berdasar pengalaman selama kurang lebih setahun terakhir, Supriyanto mengklaim program on farm cukup manjur dalam mendongkrak volume serapan beras hingga kisaran 5.000 ton. "Kami tidak memasang target muluk. Bulog hanya memproyeksikan serapan sekitar 10 persen dari total produksi, dan itu sudah cukup mencapai target serapan beras kami," kata dia. Namun, Supriyanto mengakui penurunan produksi padi selama musim kering serta tingginya harga beras di pasaran sehingga melebihi HPP (harga pokok pembelian) pemerintah telah menyebabkan target serapan beras sebesar 70 ribu ton per tahun sulit tercapai. Dari total target serapan sebesar 70 ribu ton selama kurun 2014, hingga awal Oktober ini Bulog Tulungagung baru mampu membeli beras petani di wilayah Tulungagung, Blitar dan Trenggalek sekitar 42 ribu ton.(*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026