Surabaya (Antara Jatim) - Mendikbud Mohammad Nuh mengusulkan ujian nasional (UN) "hybrid" yang merupakan kombinasi antara UN "online" dan UN secara tertulis. "Sebenarnya, UN itu terserah pengganti saya kelak, tapi kalau boleh usul, saya usulkan UN 'hybrid'," katanya di sela 'soft launching' Gedung S2 Vokasi/Terapan di kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Minggu. Mantan Direktur PENS dan Rektor ITS Surabaya itu menjelaskan UN "online" bisa menghemat biaya, seperti yang terjadi pada CPNS, tapi hal itu sebaiknya bukan untuk semua sekolah. "Bagi sekolah yang memiliki sarana dan siap dalam kemampuan siswanya, maka bisa dengan UN online, tapi bagi sekolah yang tidak memiliki fasilitas untuk 'online' maka sebaiknya tetap UN sebagaimana biasa," katanya. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026