Surabaya (Antara Jatim) - Mendikbud Mohammad Nuh meminta Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) turut memperkuat pendidikan terapan/vokasi, karena jenjang SMK saat ini sudah mencapai 45 persen dibandingkan dengan jenjang SMA.
"Sekitar 3-5 tahun lagi, jenjang SMK dan SMA akan fifty-fifty (sama-sama 50 persen), tentu kita harus menyiapkan jenjang lanjutan dari SMK, karena itu pendidikan vokasi harus diperkuat," katanya saat meninjau Gedung Pascasarjana Terapan yang pertama di Indonesia itu di PENS, Minggu.
Oleh karena itu, pihaknya meminta PENS dan Politeknik Manufaktur Bandung untuk memperkuat pendidikan terapan/vokasi dengan membuka S2 terapan, karena itu pemerintah memberikan dukungan fasilitas dan program.
"Kita patut bersyukur, Gedung Pascasarjana Terapan PENS yang pertama di Indonesia itu melengkapi gedung-gedung PENS yang umumnya hibah JICA. Kita bersyukur, baru kali ini pemerintah mampu menyediakan fasilitas sendiri," katanya.
Khusus untuk PENS, Kemendikbud telah menganggarkan Rp170 miliar untuk gedung pascasarjana berlantai 12 yang diharapkan selesai pada 2015, karena saat "soft launching" masih terselesaikan 63 persen.
Selain itu, pendidikan S2 terapan di bidang elektronika yang dibuka PENS merupakan yang pertama di Indonesia. Kemendikbud sendiri mempercayai PENS membuka S2 terapan setelah politeknik elektronika itu memiliki 23 doktor.
"Yang jelas, kita membutuhkan jenjang lanjutan untuk pendidikan terapan yang selama ini hanya D4 (S1), karena kita membutuhkan tenaga kerja yang ahli di bidangnya dalam jumlah cukup banyak, terutama menghadapi kompetisi global," katanya.
Secara terpisah, Direktur PENS Dr Zainal Arief ST MT mengatakan sejak dibuka November 2012, pihaknya telah meluluskan empat magister terapan. Tahun pertama, PENS menerima sembilan mahasiswa S2, tahun 2013 15 mahasiswa, dan tahun ini 24 mahasiswa. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.