Malang (Antara Jatim) - Seluruh dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara bertahap akan dibekali dengan tujuh bahasa asing untuk mengembangkan kemampuan dan kompetensi berbahasa asing.
Kepala Unit pelaksana Teknis (UPT) Kursus Bahasa Asing (KBA) UMM, Dr Sri Hartiningsih, di Malang, Rabu mengatakan tahun depan Indonesia akan terlibat langsung dalam Asean Free Trade Area (AFTA) dan perguruan tinggi, teramsuk UMM akan bersaing dengan pasar pendidikan global, sehingga dalam situasi tersebut, kompetensi menjadi hal yang amat krusial, terutama kompetensi bahasa asing.
"Kemampuan berbahasa asing para dosen inilah yang kadang-kadang menjadi kendala untuk lebih maju, seperti melanjutkan pendidikan masternya di luar negeri. Banyak dosen UMM yang berpotensi, namun karena kendala bahasa akhirnya mengurungkan niatnya ke luar negeri," katanya.
Tujuh bahasa asing yang wajib dikuasai para dosen UMM melalui KBA tersebut adalah Bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Arab, Jepang, Korea, dan Mandarin.
Sebenarnya, kata Sri, program pengembangan bahasa untuk dosen bukan hal baru bagi KBA, namun perlu terus disosialisasikan karena masih banyak dosen yang belum menggunakan fasilitas tersebut, namun secara bertahap KBA mengenalkannya pada dosen yang salah satu caranya dengan mengadakan short course tujuh bahasa asing tersebut.
Dalam kursus singkat itu nantinya, ujarnya, peserta (dosen) hanya diberikan stimulasi agar merasa familier dengan tujuh bahasa tersebut. "Jadi yang diberikan di sini hanya perkenalan saja, seperti cara menyapa dan menanyakan kabar," ujarnya.
Dengan adanya kursus singkat secara bertahap bagi dosen tersebut, diharapkan para dosen segera membuat kelompok-kelompok belajar bahasa yang nantinya akan didampingin oleh tutor berpengalaman dari KBA, termasuk native speaker dari masing-masing bahasa.
"Agar kursus singkat ini efektif, satu kelompok maksimal 15 orang, kalau minimalnya terserah, berapapun orangnya kita siap melayani, bahkan kemarin ada dosen yang ingin ke Jepang tapi belum menguasai bahasanya, ya kita privat," tandasnya.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.