Surabaya (Antara Jatim) - Keluarga besar mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) minta klarifikasi kepada Capres Prabowo Subianto atas kontroversi pernyataannya yang dinilai menghina Gus Dur dalam wawancara oleh Allan Nairn pada tahun 2001.
Program Officer The Wahid Institute, Alamsyah M. Dja'far, dalam surat elektronik yang diterima Antara di Surabaya, Minggu malam, melampirkan enam pernyataan sikap kelurga Gus Dur yang ditandatangani Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid (istri Gus Dur) dan keempat anaknya.
Dalam pernyataanya, keluarga Gus Dur telah berjumpa dan berdiskusi dengan Allan Nairn selaku pewawancara dan penulis artikel untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai konteks komentar mengenai Gus Dur dalam wawancara tersebut.
Dari pertemuan ini, keluarga Gus Dur menyimpulkan bahwa komentar tersebut diutarakan dalam pembahasan mengenai tidak siapnya bangsa Indonesia terhadap demokrasi di negara ini.
Untuk prinsip keadilan dan demi menjaga agar situasi ini tidak berkembang menjadi fitnah publik berkepanjangan, keluarga Gus Dur membuka komunikasi dan mengharapkan klarifikasi dari Prabowo Subianto mengenai pernyataan yang sudah menjadi polemik publik itu.
Apabila pernyataan Prabowo Subianto dalam wawancara tersebut benar adanya, walaupun dilontarkan dalam konteks pembahasan mengenai demokrasi di Indonesia, maka keluarga Gus Dur sangat menyesalkan pernyataan tersebut.
Sebagai tokoh nasional, keluarga Gus Dur berharap Prabowo mampu meneladankan sikap non-diskriminatif kepada siapapun warga bangsa tanpa menilik perbedaan fisik. Begitu pun sikap menghormati pemimpin bangsa yang terpilih oleh rakyat melalui mekanisme demokratis, siapapun dia.
Keluarga Gus Dur menilai pernyataan bernada merendahkan terhadap Gus Dur tersebut menjadi kontras dengan masifnya penggunaan figur Gus Dur dalam kampanye yang dilakukan oleh pendukung Prabowo Subianto selama ini di seluruh penjuru Indonesia.
Kepada para pecinta Gus Dur dan sebagian besar masyarakat Indonesia, keluarga Gus Dur meminta masyarakat untuk menahan diri dari sikap emosional dan reaktif terhadap persoalan itu, mengingat persoalan sensitif ini muncul dalam suasana puncak kampanye Pemilihan Presiden 2014.
Keluarga Gus Dur mengimbau semua pihak untuk seyogyanya mengedepankan prinsip dialog untuk menggali kebenaran, sebagaimana selalu diteladankan oleh Gus Dur sendiri. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.