Jember (Antara Jatim) - Stok daging sapi dan daging ayam ras di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipastikan aman selama Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. "Kebutuhan daging sapi dan daging ayam diprediksi meningkat selama Ramadhan hingga Lebaran, namun stok daging yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Kasi Informasi Pasar dan Pengembangan Investasi Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Jember, M. Chatib, Sabtu. Menurut dia, kebutuhan warga Jember untuk daging sapi sebanyak 1.825 ton per tahun, sedangkan stok yang tersedia mencapai 8.833 ton per tahun, selanjutnya kebutuhan daging ayam sebanyak 4.300 ton per tahun dan stok yang tersedia sebanyak 8.542 ton per tahun. "Hampir setiap tahun Kabupaten Jember tidak pernah kekurangan stok daging sapi dan daging ayam ras karena persediaannya melimpah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kebutuhan daging selama Ramadhan hingga Lebaran," paparnya. Untuk telur ayam ras, lanjut dia, kebutuhan warga Jember cukup banyak yakni mencapai 13.140 ton per tahun, padahal stok yang ada sebanyak 8.760 ton per tahun. "Untuk memenuhi kebutuhan telur ayam ras itu, biasanya pedagang mengambil telur ayam ras dari berbagai daerah seperti Kabupaten Lumajang dan Blitar," tuturnya. Chatib mengatakan pihaknya selalu melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara berkala selama bulan Ramadhan untuk memantau adanya peredaran daging ayam tiren dan daging sapi glonggongan di pasaran, serta memantau harga kedua komoditas tersebut. "Harga daging ayam ras dan daging sapi selalu melonjak tajam selama Ramadhan hingga Lebaran, sehingga dikhawatirkan ada oknum pedagang yang menjual daging oplosan untuk meraup keuntungan yang berlebih," ujarnya. Harga daging sapi di Pasar Tanjung tercatat relatif stabil berkisar Rp95 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, sedangkan harga daging ayam ras mengalami lonjakan dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. "Kami terus melakukan pemantauan harga untuk memastikan harga daging maupun hewan ternak selama Ramadhan hingga Lebaran masih dalam batas kewajaran," ujarnya.(*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026