Malang (Antara Jatim) - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, dipastikan tidak ada kenaikan selama menjelang Ramadhan hingga Lebaran 2014.
Direktur Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang Djoko Sudadi, Jumat, mengatakan tidak adanya kenaikan harga daging sapi di pasaran tersebut karena stok sapi di daerah ini cukup banyak, bahkan berlebih.
"Adanya pasokan sapi impor, membuat stok sapi di Kota Malang cukup banyak. Saya pastikan tidak ada kenaikan harga daging selama Bulan Ramadhan hingga Lebaran, bahkan harganya cenderung menurun," ujarnya.
Ia mengatakan harga daging sapi impor yang sebelumnya Rp90.000 per kilogram, sekarang turun menjadi Rp86.000 per kilogram. Sedangkan harga daging sapi lokal masih normal sekitar Rp88.000 per kilogram sampai Rp90.000 per kilogram.
Menyinggung kebutuhan daging di Kota Malang, Djoko mengatakan mencapai 105 ton per hari. Setiap hari sekitar 70 ekor sapi yang dipotong dan jumlah jagal di daerah ini mencapai 40 jagal.
Menurut dia, tidak hanya harga daging, harga sapi hidup pun juga mengalami penurunan, yakni Rp35 ribu per kilogram, padahal sebelumnya seharga Rp44.000 per kilogram. Penurunan harga sapi tersebut dipengaruhi oleh masuknya sapi impor ke Kota Malang.
Bahkan, lanjutnya, rencananya sapi impor yang datang di Agri Fauna Pasuruan juga akan masuk ke Kota Malang. "Kami sudah menandatangani nota kesepahaman dengan pihak Pasuruan," katanya.
Sementara itu harga bahan pokok lainnya, seperti telur, bawang merah dan bawang putih cenderung naik. Harga telur ayam ras yang sebelumnya Rp16.000 per kilogram menjadi Rp18 ribu per kilogram, bawang merah seharga Rp30 ribu per kilogram, dan ayam potong seharga Rp30 ribu per kilogram.
"Kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok pangan ini sudah menjadi tradisi pada setiap menjelang Ramadhan atau 'megengan' (selamatan sehari sebelum puasa) dan kenaikan harga tersebut terus berlanjut hingga Lebaran," kata salah seorang pedagang pracangan di Pasar Merjosari, Kota Malang, Anisah. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.