PBB, Amerika Serikat (Antara/AFP) - Dewan Keamanan PBB, Kamis mendesak dilakukan dialog segera di Irak dan mengecam kegiatan-kegatan "teroris", tetapi tidak mempertimbangkan aksi terhadap gerilyawan yang bergerak maju ke Baghdad.
Dewan itu melakukan sidang tertutup dua jam sementara kelompok Kurdi merebut kota minyak Kirkuk dan Amerika Serikat bermaksud akan melancarkan serangan-serangan udara untuk membantu tentara Irak.
Semua 15 anggota dewan mendukung dengan suara bulat kepada pemerintah dan rakyat Irak dalam perjuangan mereka menghadapi terorisme dan menyerukan diselenggarakan dialog yang melibatkan banyak pihak, kata utusan Rusia yang memegang jabatan ketua bergilir dewan itu.
"Ini adalah satu kesempatan besar bagi dimulainya dialog politik yang melibatan seluruh pihak dan juga untuk menyelesaikan banyak masalah" kata dubes Rusia Vitaly Churkin.
"Harus ada usaha kuat dan meningkat untuk memulai dialog ini," tambahnya setelah para anggota parlemen Irak gagal memberikan wenenang kepada perdana menteri untuk memberlakukan keadaan darurat.
Para anggota Dewan Keamanan mendesak pemerintah Irak dan masyarakat internasional untuk mendukung misi PBB di lapangan, terutama untuk menanggapi krisis kemanusiaan, kata Churkin.
Ia mengatakan para anggota dewan mengutuk "semua kegiatan teroriisme dan garis keras tetapi memperintgatkan bahwa Irak harus menangani konflik politik yanh jauh lebih dalam, sektarian, sosial dan sengketa-sengketa minyak.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.