Surabaya (Antara Jatim) - Ratusan siswa kelas 1 hingga 5 SD Khadijah, Wonokromo, Surabaya, Rabu, menanam bunga secara serentak di halaman, lapangan, gazebo, dan taman sekolah untuk menyemarakkan Hari Bumi pada setiap tanggal 22 April.
Dalam kegiatan yang dirangkai dengan pembuatan majalah dinding bertema "Peranan Wanita Masa Kini" untuk memperingati Hari Kartini itu, ratusan siswa siap membawa tanaman hias dari rumah untuk ditanam di sekolah mereka.
Setiba di sekolah, para siswa meletakkan tanaman hias di lapangan, lalu mereka masuk ke kelas untuk berdoa. Selanjutnya, para siswa keluar kelas untuk menanam pada lokasi yang ditentukan para guru, yakni halaman dekat aula, taman, lapangan, dan gazebo.
"Saya sudah sering menanam, tapi biasanya di rumah, jadi saya tidak jijik. Tangan kotor juga tidak apa-apa, saya senang," kata siswi kelas I-A, Aurel.
Didampingi rekan-rekannya, siswi yang membawa kaktus ke sekolah itu mengaku guru sudah menceritakan tanggal 22 April adalah Hari Bumi. "Bumi harus dijaga dengan banyak tanaman," katanya.
Senada dengan itu, guru kelas I-A, Kumailah, menjelaskan kegiatan menanam tanaman produktif di sekolah itu melatih kepedulian anak terhadap lingkungan.
"Hal itu sebenarnya sudah diajarkan dalam Kurikulum 2013 pada tematik 7 tentang pengenalan terhadap tanaman produktif dan tidak produktif," katanya.
Namun, praktik dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi. "Setiap anak diminta membawa satu pot tanaman hias produktif, ada yang membawa kaktus, adenium, mawar, puring, dan sebagainya," katanya.
Setelah kegiatan menanam selesai, maka siswa kembali ke kelas untuk membuat majalah dinding dari kertas karton tentang Kartini Masa Kini.
"Isi majalah dinding itu dibawa anak-anak dari rumah, lalu mereka tempelkan pada kertas karton menjadi majalah dinding. Kertas karton itu disediakan sekolah yang diambil di perpustakaan sekolah," katanya.
Ia menambahkan acara diakhiri dengan refleksi tentang kegiatan pagi tentang penanaman tanaman hias produktif hingga kegiatan siang tentang majalah dinding Kartini. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.