Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasih kepada guru-gurunya semasa sekolah saat Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dan Hari Aksara Internasional (HAI) 2025 di Surabaya.
“Di setiap langkah yang saya tempuh hari ini, ada jejak tangan dan doa para guru yang pernah membimbing dan mendidik saya," katanya dalam keterangan diterima di Surabaya, Selasa.
Dalam momen HGN dan HAI, Khofifah mendapat kejutan kehadiran KH. Abdul Choliq Nur, guru SD Taquma, dan Dra. Hj. Mahmudah, guru SMA Khadijah.
Momen itu membuat Khofifah terharu dan meneteskan air mata ketika mengenang didikan para gurunya. Ia kembali menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraihnya tak lepas dari peran para pendidik tersebut.
"Apa pun capaian yang saya raih hari ini, ada doa dan ikhtiar para guru di dalamnya,” katanya.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru di Jawa Timur yang dinilainya sebagai penggerak kemajuan pendidikan.
"Guru bukan hanya pengajar, tetapi penggerak. Penggerak prestasi, perubahan, dan masa depan Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kekuatan pendidikan Jatim bertumpu pada kualitas guru di seluruh jenjang. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur per 5 Februari 2025, jumlah guru di provinsi tersebut mencapai 345.454 orang.
Jumlah itu disebutnya menjadi “kekuatan strategis untuk mendorong transformasi pendidikan di Jawa Timur”.
Berbagai prestasi pendidikan sepanjang 2025 juga turut disampaikan, mulai Juara Umum Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), hingga prestasi terbaik pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK.
Jawa Timur juga mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan penerimaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) terbanyak selama enam tahun berturut-turut.
Khofifah menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran pendidikan Rp9,9 triliun atau 32,8 persen dari total APBD 2025.
“Proporsi anggaran yang begitu besar ini menunjukkan keseriusan kami menjadikan pendidikan sebagai prioritas strategis,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan penghargaan bagi enam guru inspiratif dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), 13 guru dan tenaga kependidikan tingkat nasional, serta dua kepala daerah yang dinilai berkontribusi pada pendidikan.
Selain itu, diberikan pula bantuan bedah rumah untuk 20 guru senilai Rp20–25 juta per orang.
Sebagai bentuk kepedulian, puncak peringatan HGN dan HAI turut menghadirkan pasar murah khusus guru dengan harga komoditas yang jauh lebih terjangkau.
Khofifah menyampaikan pesan khusus kepada para guru. “Guru adalah arsitek masa depan dan penyala obor ilmu. Teruslah menjadi inspirasi bagi anak-anak Jawa Timur,” ujarnya.
Lagu Mars Guru ciptaannya juga dinyanyikan perdana oleh Paduan Suara SMAN 1 Blitar pada momen tersebut.
