Gresik, (Antara Jatim) - Bupati Gresik, Jawa Timur, melarang seluruh camat di wilayah setempat pergi ke luar kota pada saat pemilihan umum legislatif, Rabu (9/4), guna memudahkan koordinasi terkait pemantauan aktivitas pesta demokrasi tersebut.
"Sejak jauh hari larangan itu saya sampaikan, meskipun banyak kegiatan di luar kota. Tapi kami tetap melarang camat ikut kegiatan di luar kota. Tujuannya, agar mereka bisa berkoordinasi lebih intens memantau aktivitas yang berkaitan dengan pemilu sehingga pemilu sukses," kata Sambari Halim Radianto, usai melakukan inspeksi mendadak logistik Pileg di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Senin.
Sambari juga meminta, setiap camat untuk selalu mengecek kesiapan logistik di wilayahnya, dan membuat laporan lengkap dengan absensi kunjungan untuk di kirim ke kantor Pemkab Gresik.
"Ini sebagai penekanan kepada camat, agar pelaksanaan Pileg pada 9 April mendatang di Kabupaten Gresik bisa berlajan lancar, dan tidak ada laporan mengenai kekurangan surat suara di setiap TPS atau kecamatan," katanya.
Sementara itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Gresik untuk aktif menggunakan hak pilihnya, agar tingkat partisipasi Pileg di Kabupaten Gresik bisa melebihi saat Pemilihan Gubernur (Pilgub).
"Pada Pilgub tahun 2013 lalu, tingkat partisipasi pemilih masyarakat Kabupaten Gresik mencapai 61,8 persen, dan saya harap bisa meningkat pada Pileg 9 April mendatang," katanya.
Sekertaris KPU Gresik Ahmad Fahruddin, sebelumnya mengatakan, total daftar pemilih pada Pileg 2014 di Kabupaten Gresik mencapai 950.759 orang.
Dikatakannya, secara keseluruan persiapan logistik untuk pelaksanaan Pileg sudah tuntas, dan siap untuk didistribusikan dan diterima seluruh panitia pemungutan suara (PPS) di masing-masing desa sebelum Pileg pada 9 April mendatang digelar,
"Seluruh persiapan logistik di KPU Gresik sudah selesai semua, dan mudah-mudahan pelaksanaan nanti tidak mengalami kendala," katanya. (*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.