Oleh Bambang Dwi Marwoto
Sukoharjo (Antara) - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman mengatakan, bahwa Komando Pasukan Khusus (Kopassus) harus dihuni prajurit-prajurit yang "jagoan" memiliki kemampuan yang lebih dibanding lainnya.
"Wajar jika Kopassus harus dihuni personil yang hebat. Namanya saja pasukan khusus bukan prajurit biasa, mereka memiliki kemampuan yang profesional," kata Budiman saat melakukan kunjungan kerja di Markas Grup 2 Kopassus Kartasura Sukoharjo, Jumat.
Menurut Budiman, dari hasil pemeriksaan yang belum memenuhi standar sebagai prajurit profesional Kopassus, maka mereka harus keluar dari satuan. Mereka yang tidak masuk standar dapat dipindahkan ke satuan lain di Kodam.
"Komandan Jenderal Kopassus akan segera melakukan pemeriksaan anggotanya, jika ada yang tidak memenuhi standar mereka dikeluarkan, pelihara, dan rekrutmen lagi yang muda-muda, sehingga kondisinya tetap spesial fokus," kata Kasad menegaskan.
Menurut Kasad, pihaknya sengaja melakukan kunjungan ke Grup 2 Kopassus Kartasura Sukoharjo dan kemudian dilanjutkan Batalion 413 Kostrad di Karanganyar ingin melihat langsung kenyataan di lapangan, sekaligus menjadikan mereka prajurit yang profesional.
Namun, sebagai anggota TNI tetap dicintai oleh rakyat, dapat bertempur dalam kondisi apapun, dan memiliki wawasan teknologi.
"Saya datang melakukan pengecekan dan melakukan langkah-langkah selanjutnya. Namun, semua itu, sudah dilakukan saat saya menjabat Wakasad," katanya.
Menurut Budiman, kini menjadi Kasad untuk program 2014 sudah dilakukan perubahan-perubahan, tetapi ternyata antara tuntutan tugas dengan tingkat kesejahteraan belum berimbang. Sehingga, pihaknya perlu melakukan penyesuaian paling tidak memberikan kenyamanan anggota TNI dengan memperbaiki perumahan dan kelengkapan-kelengkapan prasarana yang bisa dilakukan.
"Saya setelah melihat langsung kondisi perumahan anggota Kopassus merasa 'nelongso', karena mereka dituntut tugas berat tetapi kami tidak memberikan sesuatu yang layak," kata Kasad.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.