Surabaya (Antara Jatim) - Bakal Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden dari Partai Hanura, Wiranto-Hary Tanoesoedibjo (Win-HT) memanasi mesin politik para calon legislator dari berbagai wilayah di Jawa Timur dengan menggelar apel siap menang di Pemilihan Umum Legislatif maupun Pemilihan Presiden 2014.
"Sebagai kader, apalagi caleg maka semua harus bekerja serius dan tidak ada kata main-main," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo di sela apel siap menang dan pembekalan caleg di Gedung Djoeang '45, Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya, Selasa.
Ia mengatakan, saat ini Partai Hanura tengah mengalami tren suara yang cenderung naik dibandingkan partai politik lainnya.
"Ini harus kami pertahankan. Tren Partai Hanura cenderung naik. Sehingga, caranya adalah menambah variabel-variabel yang menjadi penyebab tren itu naik," kata Hary Tanoe.
Dengan kondisi ini, kata dia, strategi pemenangan yang digunakan selama ini cukup efektif. Antara lain dikenal dengan sebutan, 4D yakni Dikenal, Disukai, Diyakini dan Dipilih.
"Nah, untuk Partai Hanura dan WIN-HT level disukainya cukup tinggi. Nantinya, para caleg merasakan hal yang serupa. Yang pasti, ketika sedang turun ke bawah, masyarakat banyak menerima," katanya.
Salah satu contohnya yakni program Kartu Asuransi dari Hanura untuk rakyat. Para caleg Partai Hanura diharapkan mampu memanfaatkan program dari DPP ini.
"Di Bandung ada caleg yang mampu mengaktifasi kartu asuransi itu lebih dari 10 persen yang ditargetkan. Karena itulah, manfaatkan kartu asuransi ini yang merupakan program Bappilu dan Jangan disia-siakan," kata dia.
Hanya saja, pihaknya menyayangkan adanya sejumlah caleg yang sengaja mengumpulkan kartu asuransi, tapi tidak dibagikan dan hanya digenggam saja.
"Jangan kan diaktivasi, tapi dibagikan saja tidak. Itu sama halnya uang dibuang-buang. Inilah yang harus dihindari dan jangan sampai terjadi berikutnya," kata Hary Tanoe. (*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.