Oleh Muhammad Razi Rahman
Jakarta (Antara) - Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Jakarta Raya (PAPDI JAYA) Ari Fahrial Syam mengatakan, Pemilu bisa berdampak buruk bagi kesehatan karena banyaknya aktivitas yang bakal dilakukan anggota masyarakat terkait Pemilu.
"Rangkaian proses Pemilu akan membawa dampak buruk bagi kesehatan bukan saja pada orang-orang yang terlibat pada proses Pemilu tersebut tetapi juga masyarakat luas," kata Ari Fahrial Syam dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, orang-orang yang terpapar langsung pada kondisi kesehatan yang buruk akibat kelelahan terkait proses Pemilu antara lain para tim sukses anggota legislatif serta tim sukses Capres/Cawapres baik tingkat pusat maupun daerah.
Sedangkan orang-orang lainnya adalah para penyelenggara Pemilu baik para anggota KPU pusat/KPU daerah, para anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pusat dan daerah serta penyelenggara pemilu di tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan tingkat propinsi.
"Pengalaman Pemilu 2009 merupakan pelajaran berharga bagi kita saat ini. Berbagai kasus gangguan kesehatan terjadi pada Pemilu 2009 yang lalu, beberapa calon legislatif baik pusat dan daerah mengalami serangan jantung dan menyebabkan kematian," katanya.
Ia juga mengatakan, pihaknya juga menemukan bahwa beberapa anggota KPU daerah juga mengalami hal yang sama begitu pula anggota Bawaslu daerah.
Selain itu, ujar dia, beberapa kasus kelelahan sampai muntah darah ditemukan terjadi pada para anggota Panita Pengawas Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).
Ari mengingatkan, beberapa kasus yang diberitakan oleh media antara lain ketua Panitia Pemilihan Suara kelurahan Mekarsari Balikpapan yang roboh dan mengalami serangan jantung pada saat proses penghitungan dan rekapitulasi suara.
Petugas PPS Bangka Belitung dilaporkan mengalami hal sama berupa serangan jantung dan stroke saat menyerahkan hasil penghitungan suara. Korban juga jatuh di Kabupaten Sumba Timur dimana seorang anggota PPS tewas akibat kelelahan setelah mempersiapkan TPS pada Pemilu yang lalu.
"Kalau terus kita data mengenai gangguan kesehatan yang terjadi saat itu begitu banyak daftar serangan jantung dan kematian para proses Pemilu yang lalu tersebut. Ternyata proses Pemilu ini tidak saja mengorbankan waktu dan tenaga bagi penyelenggaranya tetapi juga pengorbanan jiwanya," ucapnya. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.