Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bersama Perum Bulog setempat melakukan upaya stabilisasi harga bahan pokok melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa titik strategis.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo Quratul Aini menyampaikan pasar murah kebutuhan pokok bekerjasama dengan Bulog itu merupakan strategi pemerintah daerah dalam rangka memperluas pelayanan kebutuhan pokok masyarakat.
"Selain itu, gerakan pangan murah yang digelar di beberapa titik ini untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok," ujarnya di Situbondo, Jawa Timur, Kamis.
Kegiatan pasar murah pada hari ini, lanjut Quratul Aini, digelar di tiga titik yakni di Kantor Kecamatan Situbondo (wilayah kota), Kantor Kecamatan Besuki (wilayah barat) dan wilayah barat Kantor Kecamatan Besuki.
Ia menjelaskan, penyebaran tiga titik kegiatan pasar murah ini untuk memperluas akses masyarakat untuk memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, dan ini juga upaya mengendalikan inflasi di daerah itu.
"Jadi, di pasar murah ini masyarakat bisa membeli bahan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng (MinyaKita), dan masing-masing titik tersedia beras SPHP 5 ton, total 15 ton, sedangkan MinyaKita ada 40 karton tiap titik," kata Quratul Aini.
Data diperoleh ANTARA, dalam Gerakan Pangan Murah itu beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp57.000 dan MinyaKita Rp15.000 per liter.
Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Situbondo, Yulis mengaku senang dengan adanya gerakan pangan murah yang digelar oleh pemerintah daerah dan Bulog, karena harganya cukup terjangkau.
"Kalau bagi kami, harga beras Rp57.000 kemasan 5 kilogram cukup membantu," katanya.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.