Oleh Citro Atmoko
Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia menyatakan nilai tukar rupiah pada bulan November 2013 masih dalam tekanan yang disebabkan pengurangan aktivitas di pasar valas menjelang akhir tahun.
"Mengenai rupiah kita tetap melihat bahwa nilai tukar rupiah masih dalam kisaran under value dari nilai wajar, tapi kita masih hadapi tekanan khususnya korporasi sampe akhir tahun. Ini sementara karena akhir tahun aktivitas pasar valas mulai turun," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A Johansyah saat jumpa pers di Jakarta, Kamis.
Difi mengharapkan, dengan level saat ini para eksportir dapat merespon positif pelemahan nilai tukar dengan menukarkan valasnya ke dalam rupiah.
"Ke depan kalau ketidakpastian mulai mereda, akan tercapai stabilitas pada rupiah. Makanya sekarang distabilkan dulu dan dengan sendirinya akan ada eksportir yang jual valasnya," ujar Difi.
Difi mengatakan, tekanan terhadap rupiah juga dipicu sentimen negatif pelaku pasar terhadap rencana pengurangan stimulus moneter AS (tapering-off) serta pengaruh defisit transaksi berjalan Indonesia. (*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.